Lingkungan Bau Pesing, Warga Kecam Sopir Uber Kerap Kencing di Pekarangan Rumah Mereka
SYDNEY, REQNews - Warga Sydney yang tinggal dekat bandar udara telah mengecam para sopir Uber yang sehari-hari mangkal menunggu penumpang. Mereka mengatakan para sopir telah meresahkan warga sekitar karena menjadikan pekarangan rumah warga seperti WC umum.
Dilansir dari dailymail, 6 Kamis 2020, kecaman ini disampaikan warga yang bermukim di kawasan Wolli Creek, yang melihat para sopir Uber membuang air kecil di depan rumah mereka, selain juga di sudut-sudut gedung dan di jalanan.
Salah satu warga yang sudah bermukim di daerah itu selama enam tahun, mengatakan sudah tidak tahan lagi menghadapi ulah para supir tersebut.
“Ini pemandangan biasa. Saya telah melihat mereka buang air kecil di taman, di sepanjang dinding bangunan dan mengemudi 5-10 km per blok di jalan yang jelas mencoba menemukan tempat untuk parkir, “tulis orang lain.
"Parkir ganda, mengebut di jalan, mengintimidasi, berteriak dan membunyikan klakson jam 4 pagi, sekarang aksi menjijikkan dengan buang air kecil di depan umum," kata yang lainnya.

Petunjuk online dari perusahaan 'ride-sharing' memang menyarankan para pengemudinya untuk menunggu panggilan penumpang dari bandara di beberapa jalan, seperti Innesdale Road, Gertrude Street, dan Robert Lane atau Levey Street.
"Beberapa malam yang lalu saya melihat seorang pria yang menyender ke tembok sambil buang air kecil, kemudian partner saya berteriak menegurnya, 'hei, itu bukan toilet'," kata Maria.
"Tapi pria itu dengan tenangnya menyelesaikan buang air kecil dan kembali ke mobil menunggu penumpang."
Dalam pernyataan resminya, Uber mengatakan para pengemudinya telah setuju untuk mengikuti aturan di lingkungan setempat, termasuk tidak melakukan "tindakan yang anti-sosial".
Kepada ABC, salah satu pengemudi Uber mengatakan salah satu alasannya menghindari jalan-jalan di Wolli Creek adalah untuk menghindari "kepadatan lalu lintas dan perilaku pengemudi yang buruk".
Seorang warganya lainnya, perempuan yang bekerja di salah satu tempat usaha, mengatakan ia dan para pekerja serta pelanggan lainnya sering berseteru dengan sopir-sopir Uber.
"Tempat parkir kami berbau urin dan tinja," katanya.
"Ini mempengaruhi bisnis [dan] orang-orang memilih untuk pergi ke tempat lain."
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.