Ramai Isu Penculikan Anak di Singkawang Tengah, Cek Faktanya di Sini!
SINGKAWANG, REQnews - Masyarakat Singkawang Tengah dihebohkan dengan isu penculikan anak. Namun Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo, memastikan bahwa isu tersebut kabar hoaks atau bohong.
Dia menyatakan, jika potongan foto percakapan yang beredar di jejaring WhatsApp grup maupun di media sosial lainnya adalah kabar bohong yang bertujuan untuk meresahkan masyarakat Kota Singkawang.
"Lagi-lagi Kota Singkawang diserang dengan isu bohong mengenai adanya penculikan anak. Semua informasi yang beredar itu adalah hoaks dan masyarakat jangan mudah percaya," kata Prasetiyo di Singkawang, Minggu 23 Februari 2020.
Sebelumnya, kabar penculikan ini dinarasikan di dalam pesan berantai. Seolah-olah ada seorang anak sedang bermain di depan rumah, nyaris diculik namun berhasil selamat karena berteriak dan dibantu tetangga depan rumahnya.
"Bahkan narasi penculikan ini lengkap dengan ciri-ciri pakaian dan kendaraan yang digunakan," kata dia.
Prasetiyo memastikan, jika anggotanya telah melakukan penyelidikan dan mengecek fakta di lapangan, dan kabar tersebut dipastikan kabar bohong. Dia mengimbau, agar masyarakat untuk bertanya kepada pihak berwajib yang terdekat di wilayahnya masing-masing bila ada kabar atau berita yang belum tentu pasti kebenarannya.
“Kemudian saya meminta masyarakat agar menyaring terlebih dahulu sebelum sharing, cerdas dalam berkomentar dan bijak dalam menggunakan jari-jemari agar tidak dianggap ikut menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keresahan,” ujarnya.
Senada, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengimbau kepada pengguna media sosial, jangan lagi menebarkan kalimat-kalimat yang dapat menakut-nakuti masyarakatnya.
"Karena hal tersebut merupakan perbuatan yang jauh lebih berdosa dari hal lainnya. Menakut-nakuti sehingga membuat orang tidak tenang dan memprovokasi. Itu hal yang tidak boleh dilakukan," katanya.
Pengguna media sosial, katanya, hendaknya memberikan edukasi dan ketenangan. Jika memang ada informasi yang benar, silahkan masukkan. "Tapi bukan yang berupa menakut-nakuti," ujarnya.
Redaktur : Safwan Hadi Rachman
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
