REQNews.com

Calon Presiden AS Usul untuk Intai Komunitas Muslim

News

Sunday, 01 March 2020 - 07:35

Michael Bloomberg (Foto:Istimewa)Michael Bloomberg (Foto:Istimewa)

New York City, REQNews - Kandidat Presiden Amerika 2020, Michael Bloomberg, mendukung program dari wali kota New York untuk mengawasi komunitas Muslim di kota itu. Namun, Aktivis hak-hak sipil Arab dan Muslim New York mengecam Bloomberg. Mereka menganggap Bloomberg fanatik terhadap anti-Muslim dan meminta untuk segera meminta maaf.

Sebelumnya, Bloomberg menuturkan bahwa memata-matai Muslim adakah hal yang memang harus dilakukan. Menurutnya langkah ini menyusul kejadian peristiwa 11 September atau dikenal 9/11. Bloomberg mengatakan program tersebut tidak melanggar hukum dan bertujuan untuk melindungi negara.

Tetapi, Bloomberg menolak dan mengklaim bahwa ada seorang Muslim yang mendesak aturan untuk memerangi terorisme. “Itu tidak berarti semua Muslim adalah teroris atau semua teroris adalah Muslim,” kata Bloomberg dilansir dari Middle East Eye (MEE).

Advokat Muslim, sebuah kelompok hak-hak sipil menuntut New York City atas program ‘skema mata-mata’, mengecam pernyataan terbaru Bloomberg. Kelompok ini mengatakan bahwa pernyataan mantan wali kota itu bahwa program itu legal adalah sebuah kesalahan.

Sebelumnya, Bloomberg hanya mengatakan bahwa kepolisian Kota New York (NYPD) hanya mengawasi Muslim di beberapa masjid dengan persetujuan pengadilan hukum setempat.

“Pada kenyataannya, NYPD justru memvideo, melacak, dan memantau umat Islam di masjid, restoran, sekolah, dan banyak tempat dengan kamera dan petugas yang menyamar,” jelas Direktur Eksekutif Grup, Farhana Khera.

Pembelaan aktivis HAM itu mendapat dukungan dari Senator Presidensial, Elizabeth Warren. Warren secara lantang menegaskan bahwa pencalonan Bloomberg sebagai presiden sangat tidak pantas.

Dia mengingatkan bahwa tidak seharusnya masyarakat memilih seseorang yang fanatik terhadap suatu ras atau agama. Arab American Institute (AAI) yang berbasis di Washington DC juga mengecam Bloomberg.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.