Ini Arti Menara pada Gedung Sate Bandung
BANDUNG, REQNews - Salah satu yang menjadi ciri khas Bandung adalah Gedung Sate yang berada di Jl. Diponegoro No. 22, Bandung. Tak hanya menjadi ciri kahs Bandung, tapi gedung ini juga sudah menjadi kebanggan masyarakat Jawa Barat. Dan menjadi salah satu ikon bersejarah dan bangunan khas kota Bandung, yang dikenal secara nasional.
Gedung Sate merupakan bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda. Dan selalu menjadi perhatian orang – orang yang lewat karena memiliki keunikan tersendiri. Gedung ini memiliki ciri khas berupa ornamen yang berbentuk seperti tusuk sate yang terdapat pada menara sentralnya dan sudah ada sejak zaman dulu.
Gedung yang dibangun tahun 1920 ini dikenal sebagai Gedung Sate karena ornamen 6 tusuk sate yang ada di atas menara sentral sebagai perlambang 6 juta Gulden yang dipakai untuk pembangunannya.
Gedung ini sekarang berfungsi sebagai gedung tempat pemerintahan Jawa Barat dan seringkali menjadi tempat berbagai festival seni serta kegiatan lainnya. Wisatawan yang berkunjung ke Bandung selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Gedung Sate, sehingga gedung ini juga kerap dianggap sebagai salah satu tujuan wisata utama di Bandung
Gedung Sate dulunta dibangun untuk menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda, karena para petinggi Belanda di Indonesia menganggap bahwa iklim di Bandung sama dengan iklim Perancis Selatan ketika sedang musim panas.
Pembangunannya direncanakan melibatkan 2000 pekerja dimana 150 orang diantaranya adalah pemahat atau ahli pengukir batu nisan dan kayu berkebangsaan Cina yang berasal dari Kanton. Ada pula tukang batu, kuli dan peladen yang berasal dari pembangunan Gedong Sirap di Kampus ITB dan Gedong Papak di Balaikota Bandung.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Caterina Coops, putri sulung Walikota Bandung yang bernama B. Coops serta Petronella Roelofsen sebagai wakil Gubernur Jenderal JP Graaf Van Limburg Stirum pada 27 Juli 1920.
Perencanaan gedung sate dilakukan oleh tim yang terdiri dari Ir. J. Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, Ir. Eh. DeRoo dan Ir. G. Hendriks dan dari pihak Gemeente Van Bandoeng yang diketuai oleh Kolonel. Purn. VL. Slors.
Gedung Sate dibangun selama 4 tahun, selesai dibangun pada bulan September 1924, berupa bangunan induk, Kantor Pusat PTT (Pos, Telepon dan Telegraf) dan Gedung Perpustakaan.
Dalam proses pembangunannya, maestro arsitek Belanda Dr. Hendrik Petrus Berlage turut memberi saran agar Gerber memasukkan unsur tradisional Indonesia sehingga Gedung Sate memiliki gaya arsitektur unik yang berupa perpaduan arsitektur Indo Eropa.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.