Mantan Agen FBI yang Hilang 13 Tahun Lalu Meninggal di Tahanan Iran
TEHERAN, REQNews - Mantan agen Biro Penyelidikan Federal (FBI) Amerika Serikat (AS), Bob Levinson, dilaporkan meninggal di tahanan Iran. Levinson hilang sejak 2007 setelah dilaporkan mengunjungi Iran.
Dilansir dari dari AFP, Kamis, 26 Maret 2020, kepala pers misi Iran di PBB, Alireza Miryousefi, menegaskan negaranya tak mengetahui keberadaan Levinson.
Presiden Donald Trump tidak mengkonfirmasi kematian Bob Levinson, dengan mengatakan bahwa Iran belum menyampaikan kabar tentang mantan agen itu, yang akan berusia 72 bulan ini.
Pada Rabu, 25 Maret 2020, keluarga menyatakan telah mendapat kabar dari pejabat AS bahwa Levinson meninggal dalam penahanan di Iran setelah hilang 13 tahun, meskipun tidak memberikan informasi tentang bagaimana atau kapan.
"Iran selalu menegaskan bahwa para pejabatnya tidak mengetahui keberadaan Levinson. Dia tidak berada di tahanan Iran. Fakta tersebut tak pernah berubah," kata Miryousefi.
Kabar Levinson menjalani hukuman di Iran muncul setelah dia diketahui berada di salah satu pulau dan ditangkap terkait kasus rokok palsu. Namun laporan The Washington Post pada 2013 menyebut, Levinson bekerja untuk CIA setelah pensiun dari FBI. Misinya di Iran adalah mengumpulkan informasi untuk intelijen.
Keluarga mengatakan mereka mendapat kabar duka tersebut dari pejabat AS, namun tak mengetahui kapan persisnya pria yang pada bulan ini berusia 72 tahun itu meninggal.
"Kami baru-baru ini menerima informasi dari para pejabat AS, yang isinya menyimpulkan bahwa suami dan ayah kami yang luar biasa, meninggal saat berada dalam tahanan Iran," kata keluarga.
Mereka juga belum bisa memastikan apakah jenazah Levinson bisa dipulangkan atau tidak. Namun keluarga memastikan Levinson meninggal sebelum virus corona mewabah di Iran yang memaksa pihak berwenang membebaskan sementara ribuan tahanan.
Levinson merupakan satu dari sejumlah warga AS yang hilang di tangan Iran. Namun berbeda dengan kasus lainnya, peristiwa yang dialami Levinson membingungkan.
Ayah tujuh anak itu dinyatakan hilang sejak Maret 2007 di Kish, sebuah pulau di Iran yang memiliki aturan izin masuk pendatang asing lebih longgar dibandingkan daerah lain.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.