REQNews.com

Survei Kementerian PPPA: 58 Persen Anak Tak Suka Belajar di Rumah

News

Minggu, 12 April 2020 - 21:01

Ilustrasi Anak Belajar di Rumah (Foto:Istimewa)Ilustrasi Anak Belajar di Rumah (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengakui bahwa mayoritas anak tak mau belajar di rumah. Data tersebut diketahui berdasarkan hasil survei Ada Apa Dengan COVID-19 (AADC-19) yang dilakukan Kementerian PPPA untuk mengetahui persepsi, kondisi dan pengetahuan anak tentang COVID-19.

Mengapa ini penting: Selama pandemi COVID-19, pemerintah tidak meliburkan kegiatan belajar mengajar, namun menggantikannya dengan belajar dari rumah.

"Berdasarkan hasil survei, khususnya terkait persepsi anak tentang belajar di rumah. Sebanyak 58 persen anak merasa tidak senang saat menjalani proses tersebut," kata Sekretaris Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Eko Novi Ariyanti, dalam pernyataan persnya, Sabtu, 11 April 2020.

Pengumpulan survei dilakukan dengan responden anak berusia di bawah 18 tahun dengan 69 persen responden anak perempuan dan 31 persen responden anak laki-laki. Sepekan diberlakukannya sistem belajar dari rumah, KPAI sudah mendapat 51 aduan tentang beratnya tugas dan PR yang di terima siswa.

38 persen anak menyatakan bahwa sekolah belum memiliki program yang baik dalam penerapan belajar di rumah.  Anak-anak kesulitan menangkap pelajaran jika hanya sekedar diberi tugas oleh sekolah.

Para siswa berharap sekolah tidak memberikan tugas terlalu banyak, tapi lebih menerapkan pola belajar dengan komunikasi dua arah dengan guru dan melaksanakan pembelajaran yang efektif.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.