TNI Kejar Preman, Dikira Serang Warga Desa di Karo Sumut
SUMUT, REQNews - Sebuah video memperlihatkan, tiga truk TNI mendatangi sebuah desa dan terjadi keributan. Dari narasi video yang viral di media sosial tersebut dikatakan pasukan TNI menyerang warga di Desa Merek, Karo, Sumatera Utara.
Kapendam I/Bukit Barisan (BB), Kolonel Inf Zeni Junaidi, meluruskan informasi soal peristiwa yang terjadi itu. Dia membenarkan adanya kejadian tersebut namun membantah pasukan TNI melakukan penyerangan.
"Sedang ditelusuri oleh satuan kita. Tapi itu, bukan penyerangan," kata Kolonel Zeni, Selasa, 21 April 2020.
Menurut Zeni, peristiwa berawal dari laporan satpam SPBU Merek, dimana SPBU itu kerap dijadikan tongkrongan para preman. Satpam tersebut lalu meminta bantuan temannya yang bertugas di Yonif 125/Simbisa Kabanjahe.
Saat diingatkan, preman-preman ini nggak terima akhirnya satpam SPBU hubungi kawannya anggota Batalyon 125 dan datang sendirian dan mengklarifikasi, tapi malah terjadi keributan dengan preman-preman tersebut.
Petugas satpam SPBU Merek kemudian menghubungi lagi temannya di Yonif 125. Oleh karena itu, sejumlah personel Yonif 125 mendatangi SPBU Merek untuk menjemput anggotanya yang dikeroyok.
"Jadi itu bukan penyerangan, karena anggota dikeroyok dan dengar preman banyak maka itu bawa truk sama mobil minibus provos," sebut Zeni.
Saat pasukan Yonif 125 datang, para preman di SPBU Merek pun kabur berlarian. Beberapa orang berhasil ditangkap untuk kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.
Zeni mengatakan saat ini kondisi di Desa Merek sudah kondusif. Pimpinan satuan di wilayah itu bersama polisi disebut telah mengamankan situasi.
"Sekali lagi jadi bukan menyerang ya. Lagi pandemi (Corona) gini kan kita bantu rakyat kok dibilang nyerang," tegas Zeni.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
