REQNews.com

Indonesia dan 116 Negara Dukung Australia Selidiki Asal Virus Corona

News

Wednesday, 20 May 2020 - 12:04

Kebakaran hutan Australia (BBC.com)Australia galang dukungan penelitian asal virus corona (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews – Menjelang pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) di Jenewa dukungan kuat mengalir atas upaya Australia dan Uni Eropa untuk menggelar penyelidikan independen terhadap wabah virus corona. Ada Sekitar 116 negara mendukung upaya Australia tersebut termasuk Indonesia.

Australia menjadi negara pertama yang mendorong perlunya penyelidikan independen mengenai bagaimana virus corona muncul pertama kalinya.

Pemerintah PM Scott Morrison kini melebarkan langkah diplomatiknya di belakang Uni Eropa, yang juga mendesak perlunya penyelidikan namun mengambil jalur yang tidak konfrontatif dengan Beijing.

Negara-negara Eropa dan Australia menggalang dukungan bagi Mosi Uni Eropa yang menyerukan evaluasi “tidak memihak, independen dan komprehensif” dari “respon WHO terhadap Covid-19”.

Menurut pemantauan ABC, hingga hari Senin, 18 Mei 2020 waktu Canberra, tercatat sudah 116 negara termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Turki, Rusia, Afrika Selatan dan Inggris yang mendukung mosi ini. Sebanyak 54 negara-negara Afrika turut menyatakan dukungannya, selain 27 negara Eropa.

Mosi tersebut tidak secara khusus menyebutkan Cina atau Wuhan yang diyakini menjadi lokasi awal penyebaran virus. Tapi mosi menyebutkan bahwa WHO harus bekerja dengan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan untuk melakukan misi ilmiah dan kolaboratif di lapangan serta mengidentifikasi sumber virus dan rute penyebarannya ke manusia, termasuk kemungkinan peran inang perantara.

Langkah ini dikecam oleh Cina yang menuduh Australia melancarkan serangan politik terhadap mereka. Namun dukungan internasional terus bertambah, kutip ABC News, Selasa, 19 Mei 2020.

Sumber di kalangan Pemerintah Australia mengatakan bahasa yang digunakan dalam rancangan mosi ini sudah cukup keras dalam memastikan digelarnya penyelidikan menyeluruh. Namun diakui bahwa ini baru langkah pertama.

Pada tahap ini Cina maupun Amerika Serikat tidak mendukung mosi tersebut. Diplomat Uni Eropa dan Australia pada hari Minggu masih terus meyakinkan kedua negara ini. Menlu Australia Marise Payne hari Senin menyatakan cukup senang dengan banyaknya negara yang mendukung penyelidikan ini.

“Saya kira hal ini menunjukkan pandangan umum di dunia mengenai perlunya menyelidiki apa yang terjadi, mengingat kematian yang mencapai 300 ribu lebih, jutaan orang kehilangan pekerjaan serta dampak ekonominya,” katanya.

Sebelumnya ia juga menyatakan Australia dan banyak negara lainnya bersama-sama mensponsori resolusi Uni Eropa, yang mencakup perlunya evaluasi yang tidak memihak, independen dan komprehensif.

“Ini merupakan kolaborasi yang bertujuan membekali masyarakat dunia dalam mencegah atau memberantas pandemi berikutnya secara lebih baik,” tambahnya.

Juru bicara Uni Eropa untuk urusan luar negeri, Virginie Battu-Henriksson, mengatakan pihaknya fokus untuk mencapai adanya konsensus untuk penyelidikan.

“Yang pasti kami perlu mendapat dukungan dari semua pemain utama, salah satunya adalah Cina,” katanya

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.