Simpatisan ISIS yang Serang Polsek Daha Belajar Teror dari Internet
JAKARTA, REQNews - Penyerang Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan, AR (20) belajar teror melalui internet. Sejauh ini polisi telah menyelidiki keterkaitan AR dengan jaringan teroris lain. AR dipastikan bekerja secara mandiri.
"Dia mempelajari dari internet," kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juni 2020.
Pelaku diduga simpatisan kelompok Negara Islam (ISIS). Hal itu diperkuat dengan temuan syal dan kartu identitas ISIS, selembar surat wasiat bertulis tangan, serta Alquran kecil yang disimpan dalam tas pinggang pelaku.
Sebelumnya, Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, diserang orang tak dikenal (OTK) dengan sebilah pedang samurai pada Senin, 1 Juni 2020, pukul 02.15 WITA.
Terduga teroris itu menyerang dua anggota polisi yang piket di ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Mereka yakni, Brigadir Leonardo dan Brigadir Djoman Sahat Manik Raja.
Leonardo tewas setelah menerima sabetan samurai. Kedua anggota diberikan kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Idham Azis.
Sebelum menyerang kedua polisi, pelaku membakar mobil patroli di tempat parkir kantor kepolisian tersebut. Pelaku pun tewas ditembak saat bersembunyi di ruang SPKT.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.