Pakar: Kasus George Floyd Bawa Demokrasi AS Hadapi Dilema
BEKASI, REQnews - Kasus kematian warga kulit hitam George Floyd kini membawa sistem demokrasi Amerika Serikat ke dalam dilema. Sebab, demonstrasi berkepanjangan yang meluas hingga ke negara lain menuntut keadilan bagi Floyd membuat tesis bahwa tidak satu negara pun memiliki sistem demokrasi yang sempurna.
Hal itu diungkapkan pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran Bandung, Teuku Rezasyah, Minggu 7 Juni 2020.
"Amerika Serikat sejak tahun 1945 menyebut dirinya sebagai adi kuasa dan model terbaik dari demokrasi, sehingga seringkali memaksakannya ke negara lain. Saat ini mereka menghadapi dilema," ujar Rezasyah.
Menurut Rezasyah, demokrasi adalah sebuah proses yang harus dibangun terus menerus dan lintas generasi melalui program pembangunan terstruktur dan komprehensif.
Sistem itu harus mengambil hikmah dari praktik-praktik terbaik yang terjadi di dalam dan luar negeri, dari masa kini maupun masa lalu.
Negara-negara lain yang juga menyuarakan kesetaraan ras atas kematian Floyd tersebut tercatat di Inggris, Kanada, Australia, maupun Selandia Baru.
Redaktur : Oji Ramelan Syahputro
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
