Ada Seminar Pelakor Bareng Pakar yang Sudah Bikin Istri Sah Depresi
JAKARTA, REQNews - Tentang sepak terjang pelakor alias perebut laki orang sudah biasa didengar, yang pasti ceritanya membuat orang menjadi sengsara dan menderita atas segala perbuatannya.
Namun kebanyakan dari mereka tidak mau identitasnya diketahui bahkan tidak mengakui kalau dirinya seorang pelakor. Tapi ternyata, ada lho komunitas khusus pelakor. Seperti komunitas lainnya, para anggota saling berbagi informasi dan pengalaman.
Di media sosial, ada komunitas dengan nama Komunitas Pelakor. Diunggah oleh akun @lambe_turah, komunitas tersebut mengadakan sesi tanya jawab. “Nanti malam kita buka sesi Q&A dengan narasumber langsung pakar dunia per-pelakor-an,” tulis salah satu anggota dengan nama yang disamarkan.
Dalam unggahan tersebut tercantum nama-nama yang disebut pakar pelakor yang siap mengisi seminar pelakor. Enggak cuma nama, dicantumkan juga ‘prestasi’ mereka dalam dunia per-pelakor-an.

Seminar Pelakor
Wanita pertama masih berusia 27 tahun tapi sudah punya pengalaman yang panjang. Perbuatannya sudah merusak banyak keluarga. Selama menjadi orang ketiga dia sudah membuat 14 rumah tangga berakhir. Selain itu, akibat perbuatannya ada enam orang suami yang masuk bui. Imbas perbuatannya, 11 anak jadi putus sekolah. Selain itu, si pelakor juga membuat enam orang istri sampai depresi.
Wanita kedua lebih muda lagi, 25 tahun. Dari umur 21 tahun dia sudah menjadi perebut laki orang. Aksinya demi mengincar materi. Dari hasil menjadi perusak rumah tangga orang lain, dia mendapat sejumlah harta. Setelah merusak dua keluarga, si wanita ini memperoleh mobil dan motor. Lebih jahatnya lagi, perbuatannya sampai membuat satu orang meninggal dunia.
Pelakor yang menjadi pakar ketiga berusia lebih matang, 36 tahun. Hanya dia yang mendapat label ‘expert’. Si wanita sudah menjadi pelakor selama 14 tahun. Selama itu pula, dia tidak pernah terlibat perasaan dengan korban.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.