Daftar Nama 150 Tokoh KAMI, Ada Refly Harun dan Eks Penasehat KPK
JAKARTA, REQnews - Kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dibentuk pada Minggu 2 Agustus 2020 dipertanyakan banyak pihak. Meski mengaki digagas dan dibentuk atas dasar gerakan moral, muncul pertanyaan apakah KAMI adalah kendaraan politik sejumlah tokoh untuk upaya memakzulkan kepemimpinan Presiden Jokowi.
Sejumlah tokoh yang hadir dalam deklarasi tersebut antara lain Abdullah Hehamahua, Rocky Gerung, MS Ka’ban, M Said Didu, Refly Harun, Syahganda Nainggolan, Prof Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M Massardi.
Kemudian Moh Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.
Lalu benarkah sejumlah nama di atas sedang meramu cara untuk memakzulkan rezim? Hal itu dibantah mantan Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsudin.
”Begini ya, KAMI ini nantinya akan mengkaji berbagai permasalahan di Indonesia dan menawarkan solusinya. Jelas ini bukan gerakan politik praktis kekuasan. Tidak ada satu katapun bahwa gerakan ini ingin memakzulkan atau memberhentikan seseorang atau sebuah rezim, ingat,” kata Din.
Tetapi Din mengaku bahwa yang mendasari lahirnya kelompok ini seperti adanya pembahasan untuk berbagai aturan yang dianggap menyimpang. Mulai dari UU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Minerba, hingga Omnibus Law.
”Fokusnya jelas, nanti ada outputnya. Ya ke depan jangan ada produk hukum dan perundang-undangan yang menyimpang dari UUD 1945, itu intinya,” kata dia.
Acara ini disebut Din belum menjadi deklarasi pendirian KAMI. Pihaknya masih bersiap untuk mengumpulkan orang, memetakan permasalahan, dan baru akan mendeklarasikannya pada pertengahan Agustus mendatang.
”Hari ini (Kemarin, red) belum dideklarasikan, nanti perlu bersama-sama semua pendukung yang bersetuju tentu ada kesepakatan kita rumuskan apakah namanya deklarasi, maklumat, Piagam, petisi, pernyataan, keprihatinan untuk menyelematkan Indonesia,” kata dia.
Sementara, Ahmad Yani mengatakan, koalisi ini didukung berbagai kalangan yang tersebar di berbagai daerah. Terhitung sudah ada 150 tokoh yang akan ikut bersama pihaknya mengkritisi tindakan pemerintah.
”Yang ikut ada 150 lebih dan terus menerus menyatakan dukungan. Tidak hanya di Jakarta tapi juga di seluruh Indonesia,” kata dia.
Yani menyebut di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia semakin mengalami keterpurukan. Bahkan, pemerintah disebutnya sudah tak menjalankan tugas seperti seharusnya dan menjadi penyelewengan dari dasar-dasar negara. ”Kondisi itu berpangkal dari penyelewangan terhadap cita-cita dan arah dari kemerdekaan dan proklamasi kita sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD,” kata dia
Redaktur : Rani
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
