Ditemukan Kuburan Massal Korban Tumbal Sekte Pemuja Iblis
PANAMA CITY, REQNews - Pihak berwenang menemukan kuburan massal baru yang diyakini korban pengorbanan manusia sebuah sekte terlarang. Sebelumnya, juga di daerah terpencil pada Januari lalu ditemukan sisa jasad tujuh orang korban sekte aliran hitam.
Dikutip dari AFP, Selasa, 15 September 2020, Kantor kejaksaan negara bagian mengatakan para penyelidik sedang mengawasi penggalian sisa-sisa kerangka manusia dari kuburan massal di wilayah adat Bugle Ngabe, 350 kilometer utara ibu kota Panama City, Senin, 14 September 2020.
Jaksa Penuntut Umum Distrik Adat Nurum, Azael Tugri, mengatakan para penyelidik harus berjalan selama 10 jam melalui pegunungan untuk mencapai lokasi di dekat hulu Sungai Chucara.
Dia menduga, sisa jasad di kuburan massal itu merupakan korban persembahanan manusia yang dilakukan sekte aliran hitam yang berbeda dari temuan pada Januari lalu.
"Saat ini tidak memungkinkan untuk mengidentifikasi jenis kelamin atau jumlah orang yang dibuang di kuburan ini," kata Azael.
Dinas Aeronaval Panama (SENAN) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kuburan massal itu ditemukan setelah pencarian selama sebulan yang melelahkan.
Foto-foto yang dirilis oleh kantor kejaksaan memperlihatkan para petugas berpakaian putih menggali tanah dikelilingi vegetasi lebat.
Saluran televisi Panama, TVN-2 menunjukkan tayangan dari apa yang tampak seperti sisa-sisa tulang yang dikumpulkan di atas kain putih.
Penemuan mengerikan terbaru ini dikaitkan dengan penangkapan seorang pemimpin sekte aliran hitam yang kemudian mendorong penyelidikan atas dugaan pengorbanan manusia dalam ritualnya.
Pejabat SENAN menduga, sekte itu mengorbankan anak di bawah umur, sebelum dikubur anak-anak diduga mengalami kekerasan seksual dan penganiayaan.
Bukti-bukti berupa tulang belulang telah dikirim ke markas polisi Santiago de Veraguas berjarak 250 kilometer barat daya Panama City untuk pemeriksaan forensik. Terkait kasus sekte terlarang, otoritas keamanan telah menangkap lima orang serta menyelamatkan tiga anak di bawah umur, seorang anak berusia 14 dan 10 tahun serta bayi berusia tiga bulan.
Ini merupakan pengungkapan kuburan massal sekte terlarang kedua dalam tahun 2020 di Panama. Polisi sementara berkesimpulan, kuburan massal kedua yang ditemukan tidak ada hubungannya dengan sekte "Cahaya Baru Tuhan" yang bertanggung jawab atas kuburan massal ditemukan pada Januari lalu.
Sekte Cahaya Baru Tuhan diketahui menumbalkan seorang perempuan hamil dan enam anak berusia 1 hingga 17 tahun dalam upacaranya. Saat ditemukan di lubang kuburan, mayat-mayat itu menunjukkan luka dipukul benda keras.
Beberapa hari kemudian, di gereja sekte aliran sesat itu ditemukan pesan dan bacaan terkait iblis serta tumpukan tali yang diyakini sebagai alat pengorbanan manusia. Ritual pengorbanan manusia sekte Cahaya Baru Tuhan jarang diketahui karena dilakukan di tengah hutan.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.