REQNews.com

Pelecehan Seksual Bermodus Rapid Test, Pakar: Hukum Berat Pelaku!

News

Minggu, 20 September 2020 - 15:00

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing (doc: istimewa)Pelecehan Seksual Bermodus Rapid Test, Pakar: Hukum Berat Pelaku!

JAKARTA, REQnews - Wanita berinisial LHI mengaku mengalami pelecehan seksual saat menjalani pemeriksaan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Kasus ini sangat disayangkan dan dinilai memalukan bagi Emrus Sihombing. 

Komunikolog tersebut mendesak agar dugaan kejadian ini harus diusut tuntas melalui proses hukum di kepolisian kita dengan prinsip promoter. "Kemudian sesegera mungkin dilimpahkan ke pengadilan," kata Emrus di Jakarta, Minggu 20 September 2020.

Pengusutan dan penyelidikan, menurut dia, tidak begitu sulit dilakukan dengan membuka rekaman CCTV. Termasuk mengecek isi dialog komunikasi via telepon genggam antara dugaan pelaku serta dugaan korban.

Kemudian melakukan interview mendalam kepada para pihak. Berdasarkan fakta dan bukti hukum serta proses induktif, lanjutnya, bisa dirumuskan konstruksi hukumnya. 

Menurutnya, siapapun yang mencoba bermain-main atau melakukan penyimpangan terkait dalam upaya kita mengatasi Covid-19 di tanah air. Termasuk di dalamnya dugaan kemungkinan memanipulasi hasil pemeriksaan rapid test. 

"Harus diberi hukuman seberat-beratnya oleh hakim. Bila terbukti secara hukum dan sah, saya mendorong agar hakim memberikan hukuman sangat berat bagi siapapun melakukan pelanggaran hukum serupa yang menjadi yurisprudensi kelak ke depan," ujarnya. 

Sementara Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, sangat menyesalkan adanya informasi dugaan pemerasan dan pelecehan di Bandara Soetta. Menurut Agus, otoritas bandara akan terbuka dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk pengecekan CCTV dan lainnya.

"Kami sangat memberikan perhatian penuh terhadap adanya informasi ini. Kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak termasuk sudah berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai hal ini," kata Agus dalam keterangan tertulis yang dibagikan kepada wartawan. 

Redaktur : Rani

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.