REQNews.com

Ada Anggota Lain yang Jadi Korban Makian Fanani, Jenderal Purnawirawan Ini Turun Gunung

News

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 11:30

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo (Foto:Istimewa)Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Konflik Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani dengan anak buahnya mendapat perhatian khusus dari Kompolnas. Mereka mengatakan pihaknya memantau kebijakan Polda Jawa Timur (Jatim) terkait perselisihan antarperwira tersebut. 

Sebelumnya, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo dan Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo terlibat perselisihan. Akibatnya, AKP Agus mengajukan pengunduran diri dari kepolisian. 

Kompolnas pun mendapat kabar bahwa tim Paminal Bidang Propam Polda Jatim akan mengecek kebenaran soal AKBP Ahmad Fanani kerap memaki kasar anggotanya, selain AKP Agus.

"Paminal sudah melakukan pemeriksaan kepada Kasat Sabhara untuk mengumpulkan informasi. Akan diselidiki, apakah hanya satu peristiwa itu atau ada rangkaian peristiwa lain yang juga menimpa anggota yang lain. Karena keterangan dia, 'Teman-teman saya juga mengalami hal seperti itu'," kata Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto di Jakarta, Jumat 2 Oktober 2020.

Nantinya keterangan soal sikap kasar AKBP Ahmad Fanani terhadap anggota lainnya akan dikumpulkan. Setelah itu, Paminal baru akan meminta klarifikasi kepada AKBP Ahmad Fanani.

Ia pun mendesak Polda Jatim serius menindaklanjuti konflik antara AKBP Ahmad Fanani dan AKP Agus. Sebab sebagai seorang pimpinan harus menjadi teladan bagi anak buah.

"Ini kalau hal semacam ini, selalu menurut saya, perlu didalami lebih lanjut secara serius. Bagaimana Kasat Sabhara sampai mengambil keputusan yang begitu drastis, apakah itu akumulasi. Kalau menurut Kapolres, kan baru sekali dia negur," ujar Benny.

"Di samping itu, perlu didalami apakah ada masalah pribadi sehingga dia (AKP Agus) mengambil keputusan seperti itu. Demikian juga kapolresnya mengeluarkan kata-kata yang tidak elok sebagai pimpinan. Harusnya menjadi teladan bagi anggota. Marah boleh, tapi mengedepankan kesantunan. Menghargai anak buah itu harus dilakukan sehingga anggotanya segan," kata Benny.

AKP Agus memutuskan mengundurkan diri dari Polri lantaran tak tahan terhadap sikap AKBP Ahmad Fanani. Agus menyebut Ahmad Fanani kerap melontarkan ujaran kasar kepada anak buah.

"Mohon maaf, kadang sampai menyebut binatang, bajingan, dan lain-lain. Yang terakhir, sama saya sebenarnya tidak separah itu. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah, dan lain-lain," kata Agus.

Ahmad Fanani menuturkan 'makian' itu merupakan bentuk teguran pimpinan kepada anggotanya. Fanani meminta AKP Agus menegur anak buahnya saat operasi yustisi pada Sabtu 19 September lalu

"Jadi gini, anak buahnya itu kan rambutnya panjang, ya saya tegur dong, karena dia kan Sabhara tidak boleh rambut panjang. Kebetulan kan waktu itu dia operasi yustisi, operasi yustisi kan bisa, saya dengan Kasat Sabhara kan bisa (berkomunikasi)," kata Fanani kepada wartawan. 

"Panggillah Kasat Sabhara melalui HT 'kenapa kok anggotanya tidak ditegur rambutnya panjang?'. 'Jangan kita itu nggak berani negur anggota kita, jangan kayak bencong', saya bilang kayak gitu, kita nggak berani negur anak buahnya, udah itu aja," ujarnya.

 

Redaktur : Rani

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.