REQNews.com

Begini Nasib Bocah yang Rekam Polisi Tembak Mati Ibu dan Anak dari Jarak Dekat

News

Friday, 25 December 2020 - 16:06

Polisi tembak seorang ibu dan anaknya dari jarak dekat (Foto:Istimewa)Polisi tembak seorang ibu dan anaknya dari jarak dekat (Foto:Istimewa)

MANILA, REQNews - Banyak pihak menananyakan bagaimana kabar dua anak di bawah umur yang merekam penembakan polisi terhadap ibu dan anaknya di Paniqui, Provinsi Tarlac, Filipina.

Dua bocah tersebut, kini dilindungi lembaga perlindungan saksi dan korban. Kepala Kepolisian Nasional Filipina Debold Sinas mengatakan, kedua anak, berusia 12 dan 16 tahun, itu bersedia memberikan kesaksian sehingga akan mendapat jaminan keamanan.

Dia menambahkan, telepon seluler (ponsel) yang digunakan merekam kejadian itu sudah diserahkan ke unit kejahatan siber kepolisian nasional untuk diselidiki.

Pejabat pemerintah Paniqui, kata Sinas, juga sudah diminta memberikan bimbingan psikologis kepada dua anak mengingat penembakan sadis yang menewaskan dua korban terjadi di hadapan mereka.

Sementara itu, pelaku, Jonel Nuezca, menyatakan penyesalan atas tindakannya dan meminta bantuan bagi keluarganya.

Kepala Kepolisian Luzon Tengah Valeriano De Leon, dalam pernyataan melalui video yang diunggah di akun Facebook Kantor Kepolisian Wilayah 3, mengecam Jonel karena mencemarkan nama baik kepolisian nasional.

"Anda menyeret seluruh organisasi," kata De Leon, dikutip dari Philippine Daily Inquirer.

Jonel menembak mati tetangganya, Sonya Gregorio, dan putranya Anthony pada Minggu, 20 Desember 2020, setelah terlibat cekcok.

Pertikaian itu dipicu ulah Anthony yang bermain meriam pipa PVC sehingga menyebabkan kebisingan.

Namun pertikaian kedua tetangga melebar ke konflik sengketa tanah. Sepanjang percekcokan, Sonya terus memeluk Anthony erat-erat untuk melindunginya agar tidak dibawa Jonel.

Beberapa detik sebelum penembakan, putri Jonel yang masih kecil mendekati Sonya untuk memintanya melepaskan Anthony.

Bahkan anak itu memukuli tangan Sonya agar mau melepaskan Anthony. Namun Sonya tak mau melepaskan putranya, membuat anak perempuan tersebut semakin kesal.

Dia lalu mengatakan bahwa ayahnya seorang polisi. "Saya tidak peduli," kata Sonya, menjawab. Rupanya kemarahan Jonel memuncak dan mengatakan kepada Sonya, "Apakah Anda ingin saya menghabisi Anda sekarang?"

Setelah itu tanpa basa-basi Jonel mengeluarkan pistol 9mm dan menembak kepala Sonya. Tak lama kemudian, Jonel menembak kepala Anthony.

Sebelum meninggalkan lokasi, Jonel kembali melepaskan tembakan ke kepala Sonya yang sudah ambruk di lantai. Selain dua anak yang merekam kejadian, peristiwa tersebut juga disaksikan langsung belasan tetangga.

Rekaman video itu menjadi viral di berbagai platform media sosial disertai tagar #StopTheKillingsPH, #JusticeForSonyaGregorio, dan #EndPoliceBrutality.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.