REQNews.com

Viral! Bupati Sukoharjo Bentak Penjual Sate, Pakar: Rakyat Kecil Jangan Ditakut-takuti

News

Saturday, 16 January 2021 - 15:32

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya membentak pedagang sate viral di media sosial (Foto: Istimewa)Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya membentak pedagang sate viral di media sosial (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sebuah video yang memperlihatkan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya membentak pedagang sate viral di media sosial. Itu dilakukan karena Wardoyo  mendapati pedagang tersebut membuka warungnya saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Atas kejadian itu, Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa seharusnya penegakan aturan PPKM mengedepankan tindakan persuasif.

"Sebaiknya penegakan aturan tentang PPKM lebih komunikatif persuasif. Ketegasan pemerintah patut diapresiasi tetapi hendaknya melihat juga fakta empiris di lapangan," ujar Supardi, Sabtu 16 Januari 2021.

Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di Sukoharjo, ia pun merasa prihatin atas kejadian tersebut. Mestinya, kata dia, peristiwa demikian dapat dihindari dengan solusi yang lebih elegan.

"Penegakan hukum sah-sah saja, namun tetap berpihak pada rakyat kecil. Maka, penegakan aturan tentang PPKM lebih baik dikomunikasikan dengan masyarakat kecil," katanya.

Dirinya lantas menyoroti kalimat dari pedagang yang mengatakan tidak mendapatkan bantuan. Menurutnya, seharus hal tersebut menjadi pelajaran dan refleksi dalam menentukan dan menyalurkan bantuan.

Ia pun berharap kepada seluruh kepala daerah, agar lebih bijak dalam penegakan hukum di situasi pandemi. Sebab, bagaimana pun rakyat yang sedang kesusahan jangan dibebankan aturan yang berlebihan.

"Dalam situasi yang penuh dengan kecemasan, harus diciptakan suasana yang penuh dengan rasa kekeluargaan dan jangan 'digiri-giri' atau ditakut-takuti," katanya.

Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Rabu 13 Januari 2021 malam di kawasan Dompilan, Sukoharjo. Saat kejadian itu, seorang pria yang diduga pemilik warung tersebut terlihat berusaha menjelaskan dan meminta kelonggaran waktu, namun tidak diberikan kesempatan oleh sang bupati. "Loh, kamu berani mengatur pemerintah kenapa?" ujar Wardoyo, dalam bahasa Jawa.

Istri pemilik warung juga sempat terlihat bersitegang dengan sang bupati. Sebab, dengan adanya pembatasan jam operasional sampai pukul 19.00 WIB membuat kondisinya semakin sulit. Karena, warung tersebut menjadi sumber pendapatan satu-satunya untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

"Pak, rungokno aku sik. Aku mbeleh wedhus Pak, 2 dino ora entek (Pak, dengarkan saya dulu. Saya menyembelih kambing dua hari tidak habis)," ujar perempuan itu.

"Gek anakku mangan opo? (Lalu, anak saya makan apa?)" lanjutnya, bertanya kepada petugas dan bupati.

Namun, keluhannya tak didengarkan. Ia justru kembali dibentak sang bupati.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.