REQNews.com

Ini Perbedaan Kerumunan Massa Jokowi di NTT dan HRS di Bandara Menurut Hanura

News

Monday, 01 March 2021 - 00:02

Potongan video kerumunan massa saat Presiden Jokowi berkunjung ke MaumerePotongan video kerumunan massa saat Presiden Jokowi berkunjung ke Maumere

JAKARTA, REQnews - Meski dikritik banyak pihak, Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menganggap wajar kerumunan massa yang terjadi saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, itu adalah sambutan luar biasa dari massa. Sebab selain Jokowi adalah Presiden, sebagian besar warga NTT adalah pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019. Jokowi, katanya, selalu ingin dekat dengan rakyatnya. Hal itu terlihat saat Jokowi menyapa warga melalui jendela mobil.

"Seorang Presiden yang dicintai oleh rakyatnya, pasti akan ditunggu kehadiran dengan sangat antusias dalam kondisi apa pun. Sehingga tidak bisa seenaknya menyalahkan Pak Jokowi yang begitu dicintai oleh rakyat NTT. Wajar saja jika beliau selalu senang dan bersemangat untuk bertemu dengan rakyatnya," kata dia, Minggu, 28 Februari 2021.

Karena itu, menurut Inas, tim protokoler dan paspampres harus kerja lebih keras mengingatkan Jokowi tentang pentingnya menghindari kerumunan masyarakat saat ia kunjungan ke daerah. Apalagi saat ini masih di masa pandemi.

Inas mengatakan, kerumunan massa saat menyambut Jokowi tidak merugikan masyarakat lainnya. Berbeda dengan saat massa menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu.

"Peristiwa kerumunan di NTT ini sebenarnya tidak separah kerumunan ketika Rizieq Syihab dijemput oleh pendukungnya di Bandara Soetta. Rizieq Syihab sempat berorasi dari atas mobil yang terbuka kapnya, tapi ternyata juga tidak diproses oleh kepolisian," kata Inas.

Meski demikian, Inas berharap, peristiwa seperti di NTT tidak terulang. Protokoler dan paspampres perlu meninjau kembali standar operasional prosedur (SOP) dalam mengatur kunjungan kerja Presiden. "Karena kegiatan tersebut akan terus berkesinambungan," ujar Inas.

Hal senada disampaikan Sosiolog Universitas Nasional Sigit Rohadi. Respons masyarakat terhadap Presiden pasti antusias, apalagi di Indonesia Timur.

Sigit menilai, ada kelemahan pengamanan di tingkat daerah, sehingga warga bisa berkerumun. Namun, dia menilai, kerumunan di NTT dan kerumunan saat Rizieq Syihab menikahkan anaknya berbeda.

"Karena Presiden tidak aktif seperti mengundang atau sejenisnya, tapi tetap saja menimbulkan sinisme sebagian masyarakat," ujar Sigit pula.

Redaktur :

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.