REQNews.com

Auto Bangkrut! Cemarkan Nama Baik, Dua Beauty Blogger Ini Dituntut Rp 8 T

News

Minggu, 07 Maret 2021 - 18:02

Dolce & Gabbana (D&G) (Foto: Istimewa)Dolce & Gabbana (D&G) (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Dua beauty blogger asal Amerika Serikat (AS) digugat rumah mode asal Milan, Italia, Dolce & Gabbana (D&G). Gugatan itu dilakukan atas dugaan pencemaran nama baik.

Kasus ini bermula saat keduanya memposting ulang komentar bahwa label high-end asal Italia itu anti-Asia yang dikaitkan dengan salah satu desainer yang menyebabkan boikot oleh konsumen Asia, yaitu Tony Liu.

Mereka dituntut lebih dari 600 juta dolar AS atau sekitar Rp 8 triliun di pengadilan Italia. Pengacara Dolce & Gabbana pun enggan mengomentari kasus tersebut.

Gugatan itu diajukan ke pengadilan sipil Milan pada 2019 tetapi baru diketahui publik minggu ini ketika para blogger mempostingnya di akun Instagram mereka, Diet Prada.

Kasus ini terjadi pada November 2018, ketika Dolce & Gabbana menghadapi boikot di Asia setelah beredar video yang dinilai rasis dan sensitif terhadap orang Cina.

Hal itu berimbas pada pembatalan secara mendadak gelaran peragaan busana Dolce & Gabbana di Shanghai. Pembatalan itu muncul setelah sederet tuduhan rasis dilemparkan terhadap rumah mode asal Italia tersebut.

Desainer Domenico Dolce dan Stefano Gabbana awalnya mengatakan bahwa akun Gabbana telah diretas.

Namun tak lama keduanya kemudian muncul dengan video permintaan maaf kepada masyarakat Cina dan mengatakan mencintai Cina dan budaya Cina. 

Menurut Scafidi, Dolce & Gabbana menghabiskan 450 juta euro untuk memulihkan citra merek sejak 2018. Berdasarkan pantauan, Diet Prada memiliki lebih dari 2,5 juta pengikut di Instagram, dan telah mengumpulkan lebih dari 38.000 dolar AS untuk pembelaannya.

Dalam sebuah pernyataan, orang di balik Diet Prada (Tony Lou dan Lindsey Schuyler) mengatakan, mereka akan terus menyuarakan gerakan #MeToo, Black Lives Matter, dan serangan baru-baru ini terhadap orang Asia di AS.

Mereka bahkan menegaskan tidak akan membiarkan platformnya dibungkam oleh tuntutan hukum.

"Diet Prada akan terus menjadi platform untuk mengangkat masalah krusial ini," ucap Liu.

Sebagaimana diketahui Diet Prada menjadi salah satu media sosial berpengaruh, sekaligus paling ditakuti oleh industri mode dunia.

Layaknya aktivis, Diet Prada selalu menyuarakan isu-isu sensitif dan krusial. Seperti cultural appropriation, model yang tidak beragam, perilaku perisak, penjiplakan dan diskriminasi.

 

Redaktur : Tia Heriskha

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.