REQNews.com

Kubu AHY soal KLB: Mereka Kader Frustasi Dipecat

News

Sabtu, 13 Maret 2021 - 12:04

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

JAKARTA, REQnews - Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Herzaky Mahendra Putra mengatakan, pihaknya sudah siap menghadapi rencana kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang akan membawa kasus perubahan AD/ART ke ranah hukum.

Menurut Herzaky, kubu KLB kini tengah mencari-cari cara untuk menyerang AHY, karena mereka sudah frustasi akibat dipecat dari keanggotaan partai.

"Mereka ini kader frustasi, tanpa Partai Demokrat bukan siapa-siapa. Jadi sampai saat ini berusa terus mencari cara menjelek-jelekkan, berusaha agar diakui padahal mereka pihak yang tidak sah," kata Herzaky, Jumat 12 Maret 2021.

Ia menyebut, pihaknya tidak gentar meski dipolisikan. Herzaky meminta kubu Moeldoko agar memperlihatkan aturan mana ang tidak memperbolehkan penggantian mukadimah AD/ART partai.

"Sekarang saya tanya, di mana aturan yang tidak boleh mukadimah, di mana aturannya, dia bisa nunjukin nggak? Nggak ada. Di UU parpol nggak ada, di AD/ART nggak ada,"ujar Herzaky.

Baginya, apapun keputusan yang diambil di dalam kongres, maka sah-sah saja, termasuk juga penggantian mukadimah dalam AD/ART Demokrat.

"Selama dilakukan melalui forum Kongres karena itu forum tertinggi. Kecuali ada yang menghalangi. Di UU Parpol tidak ada itu, oh AD/ART tidak boleh diubah, mukadimah tidak boleh diubah, nggak ada itu," kata Herzaky.

Sebelumnya Kubu Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang berencana melaporkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke pengadilan. Laporan terkait tudingan pengubahan AD/ART Partai Demokrat sehingga tak sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

"Kita juga akan melapor AHY memalsukan akta AD/ART 2020, khususnya mengubah mukadimah dari pendirian partai," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat versi KLB, Jhoni Allen Marbun, Kamis 11 Maret.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.