Gegara Covid-19, Mas Nadiem Khawatir Anak Indonesia Bakal Bernasib Ini
JAKARTA, REQnews - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan bahwa statistik pembelajaran tatap muka di Indonesia sangat mengkhawatirkan.
Itu Nadiem jabarkan ketika menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi Pendidikan atau Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat. "Sekarang kita lihat satu statistik yang cukup mengkhawatirkan saya," ujar Nadiem di Jakarta, Kamis 18 Maret 2021.
Menurutnya, Indonesia tertinggal dibandingkan negara-negara lain yang sudah 85% membuka sekolah tatap muka. Indonesia, kata dia, masuk dalam 15% negara di Asia Timur dan Asia Pasifik yang belum banyak menerapkan pembelajaran tatap muka.
Dari jumlah keseluruhan sekolah di Indonesia, baru 15% yang sudah belajar secara luring. Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil keputusan jika tidak ingin tertinggal.
Nadiem pun membandingkannya dengan Amerika Serikat yang sudah 40% membuka sekolah. Padahal, kata dia, kondisi Covid-19 di sana jauh lebih buruk dari pada Indonesia.
Namun, ia juga mengakui bahwa program vaksinasi di Amerika Serikat berjalan jauh lebih cepat. "Ini benar-benar keputusan kita sebagai pembuat kebijakan, keputusan pemerintah dan semua instansi yang peduli kepada anak-anak kita bahwa kita harus secepat mungkin mengembalikan anak untuk tatap muka," katanya.
Menurutnya, satu tahun pandemi Covid-19 membuat anak-anak lama tidak sekolah tatap muka. Sehingga, kata dia, ada banyak dampak yang ditimbulkan karena tidak ada pembelajaran tatap muka.
Contohnya seperti, persepsi orang tua yang tak melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar. Kemudian, penurunan capaian belajar yang diperparah dengan kesenjangan akses.
Selain itu juga berbagai isu sosial seperti kekerasan domestik kepada anak, pernikahan anak, dan sebagainya.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
