REQNews.com

Kenapa Prajurit TNI/Polri Membelot ke OPM? Begini Analisis IPW

News

Rabu, 21 April 2021 - 07:04

Ilustrasi TNI (Foto: Istimewa)Ilustrasi TNI

JAKARTA, REQnews - Fenomena pembelotan anggota TNI maupun Polri ke pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai ada alasan tertentu di baliknya yang membuat mereka terdorong untuk mengkhianati negara.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane berkata, para prajurit tersebut telah termakan bujuk rayu berbau sentimen kedaerahan, yang ternyata salah kaprah.

Ia mencontohkan, bujukan tersebut salah satunya adalah, seseorang akan dianggap sebagai pahlawan bila ia mau bergabung bersama dengan KKB dan melawan pemerintah Indonesia.

"Di antaranya yang bersangkutan dianggap sebagai pahlawan jika mau berjuang bersama KKB, padahal KKB adalah kelompok kriminal dan bukan patriot. Karena yang mereka bunuh adalah warga sipil yang tidak berdosa,"kata Neta, Selasa 20 April 2021.

Neta menegaskan, sikap demikian telah melukai anggota lainnya yang setia terhadap bangsa Indonesia. Namun, kasus ini juga harus menjadi evaluasi besar di tubuh TNI maupun Polri.

"Kasus ini harus menjadi pelajaran dan introspeksi bagi para elit TNI-Polri untuk terus mengingatkan para pimpinan TNI-Polri di Papua agar terus melakukan pembinaan maksimal agar para prajuritnya tidak mudah termakan bujuk rayu KKB untuk melakukan pengkhianatan," ujar dia.

"Pola-pola pendekatan juga perlu dimaksimalkan oleh masing-masing pimpinan unit kepada anak buahnya agar soliditas tetap terjaga."

Segala bentuk atau tindakan yang membantu KKB, papar Neta, akan membawa dampak negatif bagi TNI-Polri dan terutama masyarakat luas.

 

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa mengakui, ada seorang prajurit TNI yang bergabung dengan KKB OPM dan meninggalkan seluruh atribut dan senjatanya. Namun ada sejumlah amunisi yang dibawa sebelum akhirnya menghilang.

"Senjata dia tinggal, tetapi dua magasin dengan isi 70 butir amunisi 5,56 milimeter itu yang dibawa. Sampai sekarang proses masih terus kita tangani," kata Andika.

Dia menyebut, pihaknya mengevaluasi peristiwa membelotnya prajurit TNI AD tersebut. Dari rekam jejaknya, anggota itu masuk pada 2015 lalu di usia 24 tahun.

"Lahir dan besar di Wamena dan ditempatkan setelah bertugas di salah satu batalyon infantri di Jawa Tengah," ujarnya.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.