REQNews.com

Begini Aisyah, Bocah Asal Indonesia Terkait Terorisme Bisa Sampai Filipina

News

Jumat, 02 Juli 2021 - 17:35

IlustrasiIlustrasi Teroris (Foto:istimewa)

JAKARTA, REQNews - Bocah 13 tahun bernama Aisyah asal Indonesia sedang menjadi pembicaraan di Filipina karena diduga terkait dengan kelompok Abu Sayyaf.

Surat kabar Manila Bulletin melaporkan seorang anak dari Indonesia bernama Aisyah pada pekan lalu diselamatkan aparat Filipina dibawah operasi gabungan militer dan polisi Filipina terhadap kelompok Abu Sayyaf.

Diduga Aisyah Disiapkan Jadi “Pengantin” oleh Abu Sayyaf. Aisyah merupakan Anak dari pasangan Rullie Rian Zeke dan Ulfa Handayani Saleh, pengebom bunuh diri gereja katedral di Pulau Jolo, selatan Filipina pada 2019.

Dikutip dari VOA, Konsul Jenderal Indonesia di Kota Davao, Filipina Selatan, Dicky Fabrian, menjelaskan hingga saat ini pihak Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao belum memperoleh pemberitahuan resmi dari pemerintah Filipina terkait Aisyah.

"Kita dapat beritanya dari sumber terbuka bahwa ada WNI (warga negara Indonesia) yang ditahan atau diselamatkan oleh aparat keamanan Filipina atas nama Aisyah, perempuan, umur katanya 13 tahun," kata Dicky.

Berdasarkan rilis dari militer Filipina, Aisyah adalah adik dari Cici yang sudah ditahan pihak berwenang Filipina terkait kegiatan terorisme.

Kepada militer Filipina, Cici mengaku sebagai warga negara Malaysia. Namun, pihak keamanan merasa yakin Cici merupakan warga negara Indonesia.

Dicky menambahkan dirinya sudah bertemu Cici di Kota Zamboanga. Dia mengaku orang Indonesia. Dia membenarkan bahwa orang tuanya, yaitu Rullie Rian Zeke dan Ulfa Handayani Saleh, adalah pelaku bom bunuh diri di katedral di Jolo dua tahun lalu.

Ibunya bernama Ulfa Handayani Saleh dari Makassar dan ayahnya bernama Rullie Rian Zeke, orang Padang.

Cici bercerita bahwa ibunya mengajaknya bersama dua adiknya, Aisyah dan Abdullah, ke Filipina untuk bertemu ayah mereka. Cici sekarang ini berumur 17 tahun.

Mereka berempat pergi ke Filipina sekitar 2017 atau 2018 dan transit lebih dulu di Malaysia. Di negara jiran itu, Cici dipaksa menikah dengan pria Indonesia bernama Andi Baso.

Mereka berlima lantas pergi ke Filipina Selatan melalui jalur tidak resmi dan tiba di Jolo. Di sanalah Cici bersama ibu dan dua adiknya, Aisyah serta Abdullah, bertemu ayah mereka. Namun Cici dan suaminya, Andi Baso, tinggal terpisah dengan orang tua Cici. Ayah dan ibu Cici bersama Aisyah dan Abdullah menetap di lokasi lain.

Dengan alasan ingin mengambil uang untuk pulang ke Indonesia, orang tua bersama kedua adiknya pergi meninggalkan Cici dan suaminya. Itulah kali terakhir Cici bertemu mereka hingga mendapat kabar orang tuanya tewas setelah melakukan serangan bom bunuh diri di Jolo.

Sementara itu, Dicky mengaku belum mengetahui nasib Abdullah, adik bungsu dari Aisyah. Sebab di dalam rilis yang dilansir militer Filipina tidak disebutkan mengenai Abdullah.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.