REQNews.com

Ada Oknum Mainkan Harga Alkes dan Obat, KSP Tebar Ancaman

News

Minggu, 04 Juli 2021 - 16:01

Foto: Daily Mailgambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Melonjaknya kasus penularan Covid-19 berakibat pada naiknya harga tabung oksigen dan obat-obatan yang tidak rasional dibanding harga normalnya.

Diduga, ada oknum yang sengaja memainkan harga obat dan alat kesehatan di tengah kondisi darurat saat ini. Hal ini pun membuat masyarakat menjadi resah.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Joanes Joko mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait peningkatan permintaan kebutuhan akan obat-obatan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan Covid-19. Hal ini juga sudah jadi perhatian Pemerintah.

Dia juga mengakui, situasi ini dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil keuntungan secara tidak wajar. Di sejumlah tempat penjualan maupun di aplikasi penjualan online, harga obat-obatan dan alkes melambung tinggi di luar batas kewajaran.

Joanes meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan oknum yang sengaja memainkan harga obat dan alat kesehatan. "Jangan takut dan ragu, laporkan kepada kepolisian terdekat. Dalam situasi darurat kemanusiaan ini, tidak boleh ada pihak-pihak yang memanfaatkan demi kepentingan pribadi sesaat," ujar Joanes, Minggu, 4 Juli 2021.

Dia pun berpesan kepada pihak terkait untuk tidak memainkan harga tersebut. Apalagi di kondisi pandemi saat ini penangannanya perlu kerja sama berbagai pihak.

"Janganlah berbuat keji, apalagi pada saat orang menderita. Justru pada saat seperti inilah kita harus menunjukkan empati dan solidaritas sebagai sesama anak negeri untuk bisa keluar dari situasi ini," kata dia.

Joanes mengingatkan, KSP terus melakukan komunikasi kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk tidak segan-segan mengejar dan mengambil langkah hukum kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.

"Kami pastikan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, bahwa negara sebagai 'orangtua'-nya masyarakat akan hadir dan melindungi rakyatnya," jelas dia.

 

 

Redaktur :

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.