REQNews.com

Katanya Pfizer Ampuh, Kok Bang Fauzi Bowo Masih Kena Covid?

News

Selasa, 06 Juli 2021 - 08:31

Ilustrasi vaksin Pfizer yang dipakai mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (Foto: dw.com)Ilustrasi vaksin Pfizer yang dipakai mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (Foto: dw.com)

JAKARTA, REQnews - Kabar mengejutkan datang dari mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Ia dan sang istri dinyatakan positif Covid-19.

Padahal diketahui, sebelum terpapar, keduanya telah menjalani vaksinasi Covid-19 Pfizer di Berlin, Jerman.

"Bapak dan Ibu Foke alhamdulillah sudah mendapatkan vaksinasi dua dosis pada saat beliau masih di Berlin, yaitu mendapatkan vaksin Pfizer," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, dikutip Selasa, 6 Juli 2021.

Kini, kondisi Fauzi Bowo dan istri dikabarkan stabil dan tengah menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

Berkaca dari kasus mantan Gubernur DKI Jakarta ini, ternyata ada sebagian kecil kasus dimana orang yang sudah divaksin tetap bisa terinfeksi Covid-19.

Menurut para ahli, kejadian langka ini disebut breakthrough infection. Terkait hal ini, pakar vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Kate O'Brien, menjelaskan bahwa pada dasarnya vaksin bekerja dengan cara mengenalkan sebagian dari virus untuk dikenali oleh imun tubuh. Dengan harapan imun nantinya bisa dengan cepat mengidentifikasi dan melawan bila virus yang asli datang.

Hanya saja yang perlu diketahui adalah tidak ada vaksin yang bisa bekerja 100 persen efektif pada 100 persen penerimanya. Artinya respons imun tiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin.

"Mengapa ada orang tertentu masih bisa terinfeksi usai divaksinasi sementara lainnya tidak? Ada banyak kemungkinannya," kata Kate seperti dikutip dari akun Twitter resmi WHO, Selasa, 6 Juli 2021.

"Sebagian alasannya berkaitan dengan seberapa besar paparan seseorang terhadap patogen. Kadang mungkin Anda sudah terpapar, tapi hanya dosis kecil dari patogen itu," lanjutnya.

Dalam proses sistem imun mengenali kuman penyebab penyakit, bisa saja tubuh seseorang membutuhkan paparan dosis yang lebih banyak dan konstan.

Kate mengatakan meski akhirnya vaksin tidak bisa melindungi 100 persen, orang yang sudah mendapat vaksinasi bisa tetap mendapat manfaat, yakni bisa mengurangi kemungkinan tingkat keparahan penyakit. Artinya ia bisa terinfeksi, namun gejalanya ringan.

"Jadi tetap ada manfaat dari vaksin, tidak hanya untuk melindungi sepenuhnya dari infeksi," tandasnya.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.