REQNews.com

Meski Tak Paham, Arya Sinulingga Ngotot Dana Rp11 Ribu Triliun Ada di Laur Negeri

News

Thursday, 05 August 2021 - 20:31

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga (Foto:Istimewa)Juru Bicara Menteri BUMN Arya Sinulingga

JAKARTA, REQnews - Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan sumbangan penanganan Covid-19 di sebesar Rp 2 triliun dari salah satu pengusaha Sumatera Selatan. Adalah almarhum Akidi Tio yang akan memberikan donasi tersebut melalui ahli warisnya.

Namun sayangnya, sumbangan dengan jumlah fantastis tersebut belum terwujud. Bahkan diduga donasi tersebut fiktif. Uang yang dijanjikan tak kunjung cair. Warganet menyebut kejadian ini dengan istilah prank.

Peristiwa ini kemudian mengungkit lagi ingatan warganet soal pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi beberapa waktu lalu, yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki dana sebesar Rp 11.000 triliun. Uang dengan jumlah fantastis tersebut, menurut Jokowi pada waktu itu datanya sudah ada di kantongnya. Sementara dananya ada di luar negeri.

Juru Bicara Menteri BUMN Arya Sinulingga, kemudian menjawab pertanyaan dari warganet tentang uang Rp11.000 triliun di luar negeri, apakah itu hoaks atau memang benar adanya. Dia mengatakan, bahwa uang itu memang ada dan memang dana tersebut sedang berputar di luar negeri.

"Yang Rp11.000 triliun, itu sebenarnya karena memang ada dana di luar negeri, yang memang berputar dan sebagainya," kata Arya Sinulingga saat menjadi narasumber di acara "Catatan Demokrasi" bertajuk "Hoaks Menyerang, Siapa Kena Prank?", dikutip dari tayangan kanal YouTube tvOneNews, Kamis, 5 Agustus 2021.

Oleh karena itu, menurut Arya Sinulingga, pemerintah membuat tax amnesty agar kemudian hari dana Rp11.000 triliun itu bisa masuk ke kas negara. "Makanya kita lakukan dengan tax amnesty, diharapkan dengan seperti itu maka dana itu akan masuk. Jadi logika itu yang dibangun, yang ada sebenarnya terjadi," kata Arya Sinulingga.

Meski demikian, Arya Sinulingga mengaku tak begitu paham soal keberadaan dana Rp11.000 triliun di luar negeri tersebut. "Tapi saya sebetulnya gak begitu paham, yang saya paham bahwa ada usaha pemerintah dulu itu bagaimana menarik dana-dana yang disimpan di luar, maka dikasih dengan tax amnesty," tutur Arya Sinulingga.

Sementara itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu mengatakan bahwa ada dua definisi terkait dana Rp11.000 triliun di luar negeri. "Bagi saya, dikatakan bahwa Rp11.000 triliun itu apakah hoaks, saya menyatakan bahwa ada dua definisi," kata Said Didu.

"Ada yang menyatakan itu harapan, kan kita tidak tahu siapa itu yang menyampaikan. Tapi bagi orang yang menyatakan itu hoaks, karena itu tidak sesuai dengan faktanya," sambungnya.

Said Didu lantas menilai bahwa dana Rp11.000 triliun di luar negeri adalah hoaks, karena tidak jelas di mana keberadaannya dan siapa yang memegangnya.

"Kalau saya ditanya, apakah itu hoaks? Saya menyatakan itu hoaks, karena menyatakan sesuatu yang sebenarnya tidak seperti itu. Jadi Rp11.000 triliun itu di mana? Siapa yang pegang? Begitu kan," tutur Said Didu.

Redaktur :

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.