Pemimpin Gangster Yakuza Paling Ditakuti Ancam Hakim yang Divonis Hukuman Mati Dirinya
JEPANG, REQNews - Hakim menjatuhkan hukuman mati kepada bos sindikat kejahatan Yakuza Kudo-kai Satoru Nomura. Dia pun memberi ancaman pada sang hakim Pengadilan Distrik Fukuoka, Jepang tersebut, akan menyesal dengan keputusannya tersebut.
Dia mengancam hakim akan akan menyesali keputusan itu selama sisa hidupnya. “Saya meminta keputusan yang adil tetapi ini tidak adil sama sekali. Anda akan menyesali ini seumur hidup Anda,” ancamnya kepada hakim setelah, dikutip surat kabar Asahi Shimbun.
"Kamu sangat buruk," lanjutnya kepada kepada hakim.
Seperti diketahui, Pengadilan Distrik Fukuoka, Jepang pada Selasa 24 Agustus 2021 telah menjatuhkan hukuman mati kepada Nomura karena memerintahkan serangkaian serangan terhadap warga sipil. Salah satu penyerangan itu menewaskan seorang pria yang mengendalikan proyek pembangunan di pelabuhan.
Putusan pengadilan ini diyakini sebagai pertama kalinya pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman mati terhadap bos Yakuza, karena negara itu menindak aktivitas geng secara nasional di tengah menurunnya dukungan untuk mafia yang sebelumnya lebih ditoleransi.
Diwartakan RT, selain Nomura, komandan keduanya Fumio Tanoue juga dijatuhi hukuman seumur hidup dan denda 20 juta yen (sekitar Rp2,6 miliar). Keduanya dihukum atas tuduhan pembunuhan, upaya pembunuhan yang terkoordinasi, dan pelanggaran senjata.
Jaksa mengklaim bahwa, meskipun tidak ada bukti yang secara langsung menghubungkan kedua terdakwa dengan serangan tersebut, insiden tersebut dikoordinasikan oleh Kudo-kai, yang diatur oleh Nomura dan dijalankan oleh Tanoue, menurut rantai komando geng kriminal.
Karena tidak ada korban yang diyakini terkait dengan geng saingan Yakuza, pihak berwenang mendorong hukuman mati untuk Nomura dan hukuman penjara yang panjang untuk Tanoue.
Baik Nomura maupun Tanoue telah membantah terlibat dalam empat serangan yang menjadi inti persidangan. Yakni penembakan tahun 1998 terhadap seorang bos koperasi perikanan lokal, yang memiliki kekuasaan atas proyek pembangunan pelabuhan; penembakan seorang perwira polisi pada 2012; penusukan seorang perawat wanita pada 2013; dan serangan pisau pada 2014 berikutnya pada kerabat korban pertama.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.