REQNews.com

Berulang Kali Jokowi Bagi Bingkisan Hingga Buat Kerumunan, Politisi Demokrat Beri Komentar Menohok

News

Kamis, 02 September 2021 - 07:55

Dokumen istimewaDokumen istimewa

JAKARTA, REQnews - Membagikan bingkisan pada masyarakat hingga mengakibatkan kerumunan, bukan hanya sekali atau dua kali dilakukan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat melakukan kunjungan ke suatu daerah.

Yang terbaru, pembagian bingkisan oleh Jokowi saat kunjungan kerja ke Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 31 Agustus 2021. Bukan hanya menimbulkan kerumunan, tapi juga membuat warga saling dorong karena berebut mendapat bingkisan.

Ironisnya, bukan hanya orang dewasa yang terlibat saling dorong, namun juga ada orang tua, anak kecil bahkan wanita hamil yang terjatuh akibat hal tersebut. Kejadian itu tentu saja menuai kecaman dari banyak pihak.

Sebab, aksi yang terus berulang tersebut telah membuat kerumunan massa yang bisa berakibat pada ledakan kasus Covid-19. Hal ini pun mendapat tanggapan dari politikus Partai Demokrat.

“Inikah jejak keberhasilan penanganan Covid-19 di Indonesia?” sindir Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution, lewat akun twitternya, Rabu, 1 September 2021.

Bagi Syahrial, hanya Presiden Jokowi yang mampu menciptakan kerumunan berulang di negeri ini secara gamblang. Kerumunan itu bahkan berulang kali pula diliput media. Namun, Jokowi selalu bebas dari segala sanksi pelanggaran protokol kesehatan.

Padahal aksi ini berbahaya bagi penularan Covid-19 yang total telah merenggut 130 ribu nyawa warga negeri ini. “Termasuk sahabat dan keluarga saya. Semoga presiden dan keluarga sehat selalu,” ujarnya.

Aksi Jokowi berbagi bingkisan di sejumlah daerah memang sempat menjadi sorotan. Seperti di Maumere, Nusa Tenggara Timut (NTT) yang berujung pada kerumunan, juga di Terminal Grogol, Jakarta Barat beberapa waktu lalu yang juga berujung pada warga yang berkerumun.

Di satu sisi, pemerintah selalu menekankan warga untuk terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan di saat pandemi melanda. Apalagi PPKM belum berakhir.

Redaktur :

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.