Mencengangkan! Cerita Penyusupan Agen BIN ke Taliban Usai Kuasai Afghanistan
JAKARTA, REQnews - Pengakuan mengejutkan datang dari Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia baru-baru ini. BIN menyatakan telah mengirimkan agen penyusup ke Taliban usai pengambilalihan kekuasaan atas Afghanistan.
Penyusupan ini dilakukan untuk mengantisipasi dan memastikan bahwa peperangan di negara tersebut tidak akan melebar hingga ke Tanah Air.
Diungkapkan langsung oleh Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto, pihak BIN sudah melakukan sebuah patroli cyber.
"Dari patroli cyber yang dilakukan itu sudah muncul gerakan-gerakan seperti itu. Maka kita langsung masuk kepada saudara-saudara kita yang melakukan euphoria itu untuk meredakan situasi yang emosional tadi supaya tetap mengedepankan bahwa Indonesia ini adalah negara damai, bukan medan perang, bagaimana yang selama ini mereka upayakan untuk ditarik-tarik," ungkap Wawan, dikutip Minggu, 5 Septermber 2021.
Indonesia dimintai tolong untuk dapat mendamaikan situasi yang sedang memanas di Taliban karena dipandang sebagai juru damai yang dipercaya dapat membantu mempertajam diplomasi dan meyakinkan publik dunia.
"Kami Badan Intelijen Negara memiliki orang-orang di berbagai dunia ini, perwakilan ya di sana. Nah ini terus berupaya menggalang supaya bisa tercipta kondisi yang stabil. Karena perang itu adalah diplomasi yang gagal. Tapi ujung-ujungnya setelah perang mereka akan berdimplomasi lagi, banyak sekali korban," kata Wawan.
Lebih lanjut Wawan menjelaskan bahwa pihak BIN akan memperkuat seluruh elemen yang sudah ada. Termasuk melakukan penyusupan kepada kelompok perang di Taliban. Hal ini bertujuan agar nantinya para kelompok perang tidak mudah melepaskan emosi dan meledakkan bom-bom.
"Jadi kita semua sekarang bergerak untuk menyusupkan teman-teman kita kepada suku lawan-lawan itu di berbagai negara untuk bareng-bareng menjaga. Karena secara prinsip Indonesia tidak ingin terjadi perpecahan yang nantinya saudara kita jika ada masalah di Timur Tengah ikut terbawa arus gitu, karena ada ikatan religi yang tidak bisa dihilangi," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.