REQNews.com

Teroris vs Teroris: Al Qaeda Rilis Video Ayman al-Zawahiri, IS Ragu Tokoh Itu Masih Hidup

News

Minggu, 12 September 2021 - 19:46

Foto: wionews.comFoto: wionews.com

Beijing, REQNews.com -- Ketika AS memperingati 20 tahun Peristiwa 9/11, Al Qaeda -- yang berada di balik serangan itu -- merilis video Ayman al-Zawahiri di aplikasi Telegram berjudul Yerusalem tidak akan terjudaisasi.

Islamic State (IS), kelompok teroris lainnya, meragukan kebenaran video itu dan menantang Al Qaeda membuktikan Al-Zawahiri masih hidup.

Yang menjadi dasar keraguan adalah Al Zawahiri tidak muncul saat Taliban mengambil alih Afghanistan. Dia hanya muncul untuk memuji Al Qaeda yang tewas tahun lalu.

Al Zawahiri hanya sekali menyebut Taliban saat mengatakan; "AS hancur dan hancur, dan pergi dari Afghanistan.

Dalam video itu, Al Zawahiri mengatakan 19 pejuang Mujahidin melukai hati AS. Kalimat ini mengacu pada penyerang 9/11.

Tahun lalu beredar laporan Al Zawahiri, saat itu berusia 70 tahun, kemungkinan tewas di Afghanistan. Tidak ada konfirmasi dari Al Qaeda tentang keberadaan Al Zawahiri, atau kondisi kesehatannya.

Sesuatu yang bisa dimaklumi. Pemimpin Al Qaeda, dan kelompok teroris lainnya, hidup dalam kerahasiaan. Kematiannya akan selalu dirahasikan untuk menjaga moral anggota.

Telegram dikabarkan menghapus video propaganda itu. Menurut SITE Intelegence Group yang berbasis di AS, Al Zawahiri juga berbicara tentnag serangan di pangkalan militer Rusia dalam video itu.

PBB, dalam laporan tahun lalu, mengatakan Al Zawahiri mungkin masih hidup tapi terlalu lemah untuk ditampilkan dalam propaganda.

Rita Katz, direktur SITE Intelegence Group, mengatakan Al Zawahiri tidak menyebut kemenangan Taliban di Afghanistan, dan pembicaraannya tentang AS yang keluar dari Afghanistan berdasarkan Perjanjian Doha.

"Jadi Al Zawahiri sudah mati," kata Katz. "Rumor kematian muncul Desember lalu."

Al Zawahiri dikabarkan telah bersumpah setia kepada Mullah Haibatullah Akhunzada -- kini menjabat sebagai perdana menteri Afghansitan. Jika dia masih hidup, mengapa tidak memberi selamat kepadanya.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.