Halius Hosen: ICW Harusnya Jadi 'Pengawas', Jangan Halangi Jaksa dan Polisi Ikut Seleksi Capim KPK
JAKARTA, REQnews - Indonesia Corruption Watch (ICW) baru-baru ini menolak kehadiran unsur jaksa dan polisi dalam seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penolakan itu berdasarkan survei LSI yang menyebutkan bahwa Kejaksaan dan Polri sebagai lembaga yang rendah tingkat kepercayaan publiknya.
Menyikapi hal itu, mantan Ketua Komisi Kejaksaan RI Halius Hosen menilai penolakan itu menunjukkan kedangkalan ICW dalam melihat urgensi dalam mendukung tugas-tugas KPK dimasa depan. "Justru menurut saya keberhasilan KPK kedepan pada dasarnya terletak pada keberhasilan pansel dalam memilih orang-orang yg memiliki kualitas, integritas dan kredibilitas utk duduk sebagai komisioner KPK," kata Halius di Jakarta, Senin 24 Juni 2019.
"Jangan ada dikotomi latar belakang baik itu jaksa, polisi dan lain-lain. ICW sebagai lembaga swadaya masyarakat seharusnya mendudukkan diri sebagai “pengawas” kinerja bukan malah menghalangi proses pemilihan komisioner," ujarnya lagi.
Kata Halius, tidak semua Jaksa ataupun Polisi itu kinerjanya buruk. "Buktinya Kejaksaan pernah memiliki Jaksa Chuck yang memang memiliki integritas dan kualitas berbeda dengan lainnya. Artinya, kehadiran jaksa dalam tanda petik sebagai Komisioner KPK adalah utk menjadi kekuatan bagi KPK dalam tugas-tugas penuntutan," kata dia.
Kendati begitu, Halius menegaskan bahwa para jaksa atau polisi yang ikut seleksi capim KPK, harus memenuhi syarat utama untuk lolos yang mengacu kepada kriteria dan persyaratan yang ditetapkan pansel serta lolos seleksi di legislatif.
"Yang menjadi pertanyaan, apakah ICW selama ini juga pernah memberikan apresiasi terhadap jaksa-jaksa ataupun anggota polisi yang brprestasi? Seperti jaksa Chuck yang berhasil menyelamatkan kerugian negara Rp 3,5 triliun dan mendukung pengusutan kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan, penyidik KPK?," ujarnya.
Redaktur : Safwan Hadi Rachman
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
