Cerita Untung: Jenderal Ahmad Yani Gak Dibolehin Mandi hingga Kaki Diseret Kayak Binatang
JAKARTA, REQnews - Cerita dari anak Jenderal Ahmad Yani, Untung Mufreni saat Peristiwa G30S PKI bapaknya tidak diperkenankan mandi dan kakinya diseret seperti binatang.
Peristiwa G30S PKI memang menyisakan luka begitu mendalam bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, pihak keluarga yang langsung menyaksikan penyiksaan oleh PKI. Dia dan saudara-saudaranya hanya bisa menangis.
Seperti diketahui, dalam peristiwa G30S PKI, ada enam jenderal yang menjadi korban. Mereka adalah Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI Raden Suprapto, Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan, dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo.
Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan dia, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean, tewas. Para korban kemudian dibuang ke Lubang Buaya, kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965.
Untung menceritakan, ketika kejadian melihat Pasukan Tjakrabirawa (Cakrabirawa) datang ke rumahnya. Pasukan Cakrabirawa meminta sang ayah, Ahmad Yani, untuk menghadap Presiden.
"Kalau begitu, saya mandi dulu," ucap Ahmad Yani, dikutip dari penggalan Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI.
Pasukan Cakrabirawa mendekat ke arah Ahmad Yani.
"Sebaiknya tidak usah mandi, Jenderal," kata seorang pasukan tersebut.
"Paling tidak cuci muka dong dan berpakaian," kata Ahmad Yani.
Namun, anggota Pasukan Cakrabirawa tersebut tetap menolak keinginan Ahmad Yani.
Penolakan tersebut membuat Ahmad Yani marah. Jenderal kelahiran 19 Juni 1922 tersebut itu kemudian memukul salah satu anggota Pasukan Cakrabirawa.
Akibatnya, salah satu Pasukan Cakrabirawa tersebut terjatuh. Ahmad Yani kemudian masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian.
Setelah Ahmad Yani menutup pintu, Untung mendengar suara tembakan. Lalu, Untung dan saudara-saudaranya keluar dari kamar. Sang ayah sudah bersimbah darah. Untung mencoba menolong sang ayah, tetapi tidak diizinkan oleh pasukan Cakrabirawa. Dia akhirnya kembali ke kamar.
Redaktur : Tia Heriskha
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.