Fenomena Aneh Pembangunan Infrastruktur Indonesia, Dibuat dengan Biaya Selangit Lalu Dijual Murah
JAKARTA, REQnews - Baru-baru ini publik dikejutkan dengan penjualan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah dengan biaya yang cukup tinggi, lalu kemudian dijual dengan harga yang jauh di bawah dari modal yang dikeluarkan.
Adalah Tol Cibitung-Cilincing yang dijual Rp 2,44 triliun. Harga jual itu dinilai murah lantaran biaya konstruksi mencapai hingga Rp 10,8 triliun.
Hal lain yang tak kalah mengejutkan dan mendapat sorotan banyak kalangan adalah soal pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, yang estimasi anggarannya membengkak hingga Rp 27 triliun.
Dari beberapa hal tersebut, pembangunan infrastruktur yang dikerjakan di era Presiden Joko Widodo dinilai aneh. Khususnya dalam hal pembiayaan dan pertimbangan untung rugi.
Bahkan, ekonom senior DR. Rizal Ramli berkesimpulan bahwa dalam pembangunan proyek ada semacam kebiasaan “me-mark-up” anggaran. Sementara setelah proyek jadi, proyek langsung dijual dengan harga diskon.
“Pada saat pembangunan di mark-up 130 persen hingga 150 persen, waktu dijual didiscount,” tutur Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur kepada wartawan, Senin, 11 Oktober 2021.
Menurutnya, fenomena ini membuat negara menanggung rugi berkali lipat. Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat yang sedang kesusahan. Apalagi setelah badai pandemi menyerang.
“Kelola negara ngajak bangkrut, padahal rakyat lagi susah. Tragedi drama kebangkrutan. Masih bisa eling ndak sih?” tutupnya.
Redaktur :
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
