Untung Rugi Penjualan Tol Cibitung-Cilincing, Begini Penjelasan Waskita
JAKARTA, REQnews - Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum membenarkan penjualan Tol Cibitung-Cilincing kepada PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) senilai Rp2,44 triliun.
Namun, secara tidak langsung dirinya membantah bahwa penjualan jalan tol tersebut rugi. Seperti diketahui, penjualan tol ini sempat menjadi perhatian publik karena dinilai jual rugi lantaran biaya investasi tol tersebut sebenarnya mencapai Rp10,8 triliun.
Dijelaskan Ratna, angka penjualan tol tersebut sebenarnya sudah berada di atas nilai perolehan yang didapat perusahaan dari PT Cibitung Tanjung Priok Tollways (CTP) senilai Rp1,92 triliun.
CTP merupakan badan usaha jalan tol (BUJT) pemegang konsesi Tol Cibitung-Cilincing sekaligus perusahaan patungan Waskita dan API. Dalam CTP, Waskita memegang porsi kepemilikan sebesar 55 persen, sementara API 45 persen, namun setelah penjualan akan 100 persen milik API.
"Dengan demikian, atas investasi pada PT CTP, Waskita akan memperoleh keuntungan Rp520 miliar," ucap Ratna, Senin malam, 11 Oktober 2021. Selain mendapat untung, Waskita mengklaim perusahaan juga untung dari sisi pengurangan kewajiban utang mencapai Rp5,8 triliun. Hal ini terjadi sebagai efek dekonsolidasi dari pelepasan tol tersebut.
"Di luar nilai investasi Waskita, terdapat juga kredit investasi perbankan dan akumulasi utang lainya yang secara tidak langsung akan beralih ke pemilik baru," kata Ratna.
Di luar hitungan keuntungan, perusahaan menyatakan langkah penjualan tol memang mau tidak mau harus dilakukan. Sebab, hal ini menjadi salah satu upaya restrukturisasi untuk menyehatkan kondisi keuangan perusahaan.
Keuangan perusahaan tengah menurun akibat dampak pandemi covid-19. Selain itu, perusahaan juga memiliki tumpukan utang yang harus segera dilunasi, sehingga opsi penjualan tol dilakukan.
Secara total, Waskita melalui WTR telah melepas kepemilikan tol di tiga BUJT dengan nilai mencapai Rp4,4 triliun. Terdiri dari pelepasan saham pada PT Jasamarga Kualanamu Tol, PT Jasamarga Semarang Batang, dan PT Cinere Serpong Jaya.
BUMN karya itu berharap penjualan tol ini bisa menyukseskan program restrukturisasi perusahaan. Selain itu, bisa membuat Waskita Karya dapat berkontribusi lagi bagi pengembangan infrastruktur dan perekonomian Indonesia ke depan.
Redaktur :
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
