REQNews.com

Satu Jalan di Jakarta Akan Diganti dengan Ataturk, MUI Meradang: Itu Tokoh Sesat

News

Senin, 18 Oktober 2021 - 11:32

Mustafa kemal Ataturk (Foto:ThoughtCo)

JAKARTA, REQNews – Rencana pemerintah mengganti nama salah satu jalan di Jakarta, ditolak tegas oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. Menurutnya hal itu akan menyakitkan umat Islam Indonesia.

Pasalnya jalan tersebut akan diberi nama tokoh sekuler sekaligus pendiri Turki modern, Mustafa kemal Ataturk.

“Mustafa Kemal Ataturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari fatwa MUI adalah orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan,” kata Anwar, Minggu 17 Oktober 2021.

Sebelumnya Duta Besar Republik Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal yang mengatakan Indonesia berencana mengganti nama salah satu jalan di daerah Menteng dengan nama Mustafa Kemal Ataturk.

“Kami sudah meminta komitmen dari pemerintah DKI Jakarta untuk pemerintah memberikan nama jalan dengan founding fathernya Turki di Jakarta,” kata Iqbal Jumat 16 Oktober 2021.

Anwar mengklaim bahwa Ataturk merupakan seorang tokoh yang telah mengacak-acak ajaran Islam. Ia menilai banyak hal yang sudah dilakukan Ataturk bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Alquran dan sunah.

Anwar mengatakan langkah yang dilakukan Ataturk untuk menjadikan Turki menjadi negara maju adalah dengan menjauhkan rakyat dari ajaran agama Islam.

“Jadi Ataturk ini adalah seorang tokoh yang sangat sekuler, yang tidak percaya ajaran agamanya akan bisa menjadi solusi dan akan bisa membawa Turki menjadi negara maju,” klaim Anwar.

Langkah pemerintah yang hendak mengabadikan nama Ataturk, menurut Anwar sama dengan menyakiti hati umat Islam di Indonesia.

“Jika pemerintah tetap akan mengabadikan namanya menjadi salah satu nama jalan di Ibukota Jakarta hal itu jelas merupakan sebuah tindakan yang tidak baik dan tidak arif serta jelas-jelas akan menyakiti dan mengundang keresahan di kalangan umat Islam,” tegas Anwar.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.