REQNews.com

Naik Pesawat Wajib PCR, Susi Pudjiastuti Minta Puan Teriak yang Kencang

News

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 14:48

Mantan menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto: Istimewa)Mantan menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Naik pesawat wajib PCR, Susi Pudjiastuti minta Puan Maharani teriak yang kencang. Melalui akun twitternya, Susi menanggapi berita soal pernyataan Ketua Umum DPR Puan Maharani, yang meminta pemerintah menurunkan harga PCR.


"Betul Mbak Puan ... ayo teriakin yg kenceng .. harusnya PCR tidak boleh lebih dari Rp 275.000," ucap Susi.

Seperti diketahui ada aturan baru pemerintah terkait seluruh penumpang pesawat domestik wajib melakukan tes PCR. 


Aturan tersebut dituangkan pemerintah dalam berbagai kebijakan yaitu di antaranya surat edaran Satgas Nomor 21 tahun 2021, kemudian instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 dan Nomor 54 tahun 2021, serta surat edaran dari Kementerian Perhubungan.

Terkait aturan baru tersebut, Ketua DPR Puan Maharani menyoroti aturan baru pemerintah terkait seluruh penumpang pesawat domestik wajib melakukan tes PCR. Puan mengatakan, pemerintah harus menjawab kebingungan masyarakat terkait kebijakan tersebut.

“Masyarakat juga bertanya-tanya mengapa PCR dijadikan metode screening, padahal PCR ini alat untuk diagnosa COVID-19. Dan perlu diingat, tidak semua daerah seperti di Jakarta atau kota-kota besar yang tes PCR bisa cepat keluar hasilnya,” ucap Puan.

“Di daerah belum tentu hasil tes PCR bisa selesai dalam 7x24 jam, maka kurang tepat ketika aturan tes PCR bagi perjalanan udara berlaku untuk 2x24 jam,” katanya lagi.


Kata Susi sebaiknya harga PCR test bisa semakin ditekan. Selain itu, fasilitas kesehatan harus bisa merata di seluruh daerah.


"Pemerintah harus bisa memastikan waktu dan proses PCR di seluruh daerah bisa selesai dalam waktu singkat, agar bisa memenuhi syarat pemberlakuan hasil tes 2x24 jam. Dan harganya pun harus sama di semua daerah,” kata Puan.

Redaktur : Tia Heriskha

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.