Roy Suryo 'Turun Gunung' Ikut Menganalisa Kasus Pembunuhan Subang, Duh! Danu Makin Terpojok Nih...
JAKARTA, REQnews - Kasus pembunuhan Subang masih meninggalkan misteri hingga kini. Sosok pelaku pembunuhan tak kunjung terungkap oleh polisi.
Di sisi lain, berbagai keterangan saksi serta asumsi yang "berseliweran" di jagat maya membuat kasus ini bergulir bak bola salju dan kian membuat penasaran.
Mantan Menpora era Presiden SBY yang juga pakar telematika dan informatika Roy Suryo pun mengaku dirinya terus menyimak dan mengikuti perkembangan kasus Subang.
Roy lantas menyoroti pengakuan saksi Danu yang menyebut dirinya mengizinkan 2 orang yang bertugas di Pospol Jalan Cagak masuk ke TKP.
"Bagaimana bisa dia (Danu) mengizinkan dua orang (oknum Banpol) Polisi yang katanya dikenalnya bertugas di Pospol Cagak masuk ke TKP setelah kejadian dan dalam posisi crime scene sudah diberi garis polisi alias Daerah Terlarang dimasuki siapapun kecuali petugas terkait," kata Roy Suryo, dikutip Jumat, 5 November 2021.
Menurut Roy Suryo, pengakuan atau keterangan dari Danu itu sangat menarik dan perlu dilidik lebih lanjut agar semuanya menjadi terang benderang.
"Apalagi dia (Danu) mengakui kalau disuruh membersihkan bak mandi berbau anyir di TKP yang mana kuat diduga sangat berkaitan dengan barang bukti. Tindakan (Danu) ini bisa dikenakan Pasal Menghilangkan barbuk (barang bukti), karena dilakukan sebelum petugas resmi datang dan melakukan olah TKP," ujar Roy.
Selain itu, kata Roy Suryo, ada satu hal penting yang tak boleh hilang. Danu, kata Roy Suryo, sempat mengambil foto-foto (oknum) tersebut. Foto-foto itu bisa menjadi petunjuk penting, bahkan alat bukti untuk menuntaskan kasus tersebut.
"Apalagi jelas-jelas mereka datang ke TKP dalam waktu yang tidak wajar, alias dini hari pasca kejadian," jelas Roy.
Mencermati keterangan dan pengakuan dari Danu pula, Roy Suryo menduga ada keterlibatan orang yang mengetahui tatacara dan prosedur pemeriksaan TKP.
"Karena besar kemungkinan, upaya-upaya di atas adalah untuk menghilangkan barbuk dengan menguras bak mandi tersebut," terang Roy Suryo.
Namun bagaimana pun lihainya orang jahat, Roy Suryo percaya bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna. Ia pun berharap polisi jangan pernah berhenti menyelidiki kasus ini hingga tuntas.
"Mabes Polri juga perlu menambah atensi terhadap kasus ini karena sudah menjadi perhatian publik nasional untuk membuktikan bahwa Polri Presisi dalam menanganinya," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
