REQNews.com

Kenapa Pemerintah Gak Kasih PCR Gratis ke Rakyat? Jadi, Masalah Klasik Ini Penyebabnya

News

Senin, 08 November 2021 - 23:33

Ilustrasi tes swab PCR (Foto: Dok/REQ)Ilustrasi tes PCR

JAKARTA, REQnews - Harga tes PCR di Indonesia dinilai masih terlalu mahal, meskipun pemerintah sudah menetapkan harganya tak boleh lebih dari Rp 300 ribu. Namun, karena perekonomian rakyat yang terpukul karena pandemi Covid-19, angka tersebut masih terbilang tinggi.

Lalu, kenapa pemerintah tidak menggratiskan saja tes PCR untuk masyarakat? Padahal, tahu bahwa perekonomian kini sedang sulit-sulitnya.

Ternyata, ada alasan di balik ogahnya pemerintah menggratiskan PCR, yakni masalah anggaran.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku pemerintah tidak punya anggaran untuk menggratiskan PCR ke seluruh masyarakat.

Adapun anggaran yang tersedia hanya untuk tes PCR gratis kepada suspek dan kontak erat yang datang ke puskesmas.

"Memang anggarannya tidak ada di kita pak sekarang, jadi untuk tahun ini agak sulit. Karena kita tidak memiliki anggaran untuk itu," kata Budi kepada anggota Komisi IX DPR RI dalam rapat kerja di Jakarta, Senin 8 November 2021.

Budi beralasan, untuk skrining tidak ditanggung negara, karena para epidemiolog menyarankan bahwa testing yang benar adalah untuk suspek dan pelacakan kontak erat saja, makanya digratiskan.

"Karena memang secara medis juga para epedemiolog selalu bilang testing yang benar adalah testing suspek dan kontak erat yang dilakukan di Puskesmas-Puskesmas kita," ujar Budi.

Kemudian, ia menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo meminta pengkajian kembali testing epidemiologis.

Meski disarankan para epidemiolog, cara ini memiliki kelemahan dari masyarakatnya yang enggan menjalani tes jika kontak erat.

"Jadi orang-orang kita tuh begitu sudah turun, dia kontak erat mau dites gak mau dan dipaksa kita enggak ada leveragenya," katanya.

"Berbeda dengan kalau ini ada leveragenya, walau ini bukan basic epidemilogisnya tapi kalau mau dites kan gak bisa terbang, itu ada leveragenya. Nah ini yang sedang dibahas, minggu depan kami diminta masukan ke Bapak Presiden."

 

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.