REQNews.com

AS Baper saat Negara-negara Arab Mulai Normalisasi Hubungan ke Suriah

News

Rabu, 10 November 2021 - 20:32

Presiden Suriah Bashar Al AssadPresiden Suriah Bashar Al Assad

JAKARTA, REQnews - Presiden Suriah Bashar Al Assad kedatangan tamu Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed pada Selasa 9 November 2021 di Damaskus.

Pertemuan ini adalah upaya sejumlah negara Arab untuk normalisasi kembali hubungan dengan Suriah, setelah mereka sempat ikut mendukung pemberontak untuk menggulingkan Assad.

Tentu saja pertemuan ini memancing amarah Amerika Serikat (AS), yang beberapa tahun lalu sempat memprovokasi sejumlah negara Arab untuk memerangi Suriah.

Baik Abdullah maupun Assad, keduanya bertemu untuk membicarakan kerja sama baru dalam kemitraan investasi, keamanan, dan stabilitas.

Abdullah mengaku, UEA mendukung penuh dilakukannya upaya pengakhiran atas krisis Suriah, dan membantu konsolidasi dalam menjaga stabilitas di negara tersebut.

Namun, AS mengkritik upaya UEA membangun hubungan dengan Suriah. Juru Bicara Deplu AS Ned Price menyebut negaranya tidak mendukung pertemuan tersebut..

 

“Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, pemerintahan ini tidak akan menyatakan dukungan apa pun untuk upaya menormalkan atau memulihkan hubungan ke Bashar al-Assad yang merupakan diktator brutal,” kata Price.

Senator AS dari Partai Republik Jim Risch turut mengkritik pertemuan Sheikh Abdullah dengan pejabat tinggi Suriah, termasuk Bashar al-Assad. Risch merupakan anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.

“Sangat memalukan semakin banyak negara yang terbuka untuk menormalisasi hubungan dengan (pemerintahan) Assad. UEA dan lainnya yang mengabaikan kekerasan yang sedang berlangsung terhadap warga sipil Suriah harus bekerja untuk menerapkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254 sebelum mengambil langkah lebih lanjut menuju normalisasi,” tulis Risch di akun Twitter pribadinya.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.