Bawaslu: Demokrasi Ini Lahirkan Politisasi SARA dan Ujaran Kebencian
JAKARTA, REQnews - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan menyatakan, bahwa dalam sistem demokrasi yang saat ini dianut di Indonesia telah banyak melahirkan politisasi berbau SARA serta masalah lainnya.
Menurutnya, demokrasi saat ini perlu diperbaiki untuk mencegah hal-hal yang buruk terjadi.
"Bahwa demokrasi langsung ini banyak melahirkan politisasi SARA, ujaran kebencian dan lain sebagainya. Itu kita tidak mungkin mengada, tapi kewajiban kita bagaimana potensi itu harus diminimalisir," kata Abhan di Banten, seperti dikutip dari Merdeka, Jumat 12 November 2021.
Ia juga berbicara soal upaya Bawaslu dalam memerangi maraknya politik uang atau money politic dalam penyelenggaraan pemilu.
"Kami menyadari demokrasi yang sedang dijalankan ini ada beberapa yang harus diperbaiki. Misalnya bahwa apakah demokrasi itu langsung menghasilkan money politik? Karena begitu proses demokrasi, pemilu banyak pelanggaran money politik," ujar Abhan.
Menurutnya, setiap pesta demokrasi berlangsung selalu praktik politik uang terpantau meningkat. Tidak hanya itu, terjadi juga politisasi suku agama ras dan antargolongan atau SARA.
Lebih lanjut, Abhan menegaskan bahwa Bawaslu akan terus melakukan pengawasan agar potensi pelanggaran selama pemilu tidak terjadi. Penindakan pun turut mengikuti dan dilaksanakan dengan tegas.
"Kalau melakukan pelanggaran, diawasi, setelah diawasi harus ditegakkan aturan. Fungsi berikutnya yaitu penindakan baik itu pidana maupun yang sifatnya administrasi," kata dia.
Redaktur : Ryan Virgiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.