REQNews.com

PPKM Level 3 saat Libur Nataru Dianggap Nyeleneh dan Aneh

News

Selasa, 23 November 2021 - 19:32

Pelaku Kadek Budiarta (Foto:Istimewa)Ilustrasi Bali

JAKARTA, REQnews - Rencana kebijakan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada momen libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) dinilai tidak tepat karena akan berdampak pada perekonomian masyarakat, khususnya yang bergantung hidup pada aktivitas pariwisata.

Para pelaku pariwisata di Bali bahkan dengan tegas menolak rencana tersebut, yang dinilai tidak berdasarkan pada data.

"Adanya informasi dari Menko PMK Muhadjir Effendy bahwa demi mencegah kerumunan dan pembatasan kegiatan masyarakat di akhir tahun akan diberlakukan PPKM level 3 di seluruh Indonesia, hal ini tentu bagi Bali sangat aneh dan nyeleneh," kata Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) Puspa Negara, Selasa 23 November 2021.

"Di tengah kita bersiap untuk bangkit seirama dengan turunnya level PPKM ke level 2 saat ini dan justru berharap turun terus hingga evel 1 dan bila perlu hingga level 0 tanpa pembatasan dan menuju true normal," ujarnya menambahkan.

Belakangan ini di tengah menurunnya level PPKM di Bali telah membawa harapan untuk ekonomi bangkit kembali.

Bahkan, menurut Puspa, sejak Bali berstatus level 2 dan diizinkannya kembali turis asing masuk serta sejumlah pelonggaran lain, wisatawan mulai berdatangan dan membawa dampak baik.

"Kita berharap akhir tahun ini pariwisata kembali bergeliat meski tetap dengan prokes yang ketat dan inovatif. Jika, ucapan Muhadjir Effendy ini benar dilaksanakan maka dipastikan Bali sebagai destinasi tidak bisa berkutik alias masyarakat di destinasi akan melarat sekarat," kata Puspa.

Ia menegaskan, bila PPKM level 3 tetap dijalankan pemerintah secara sepihak, maka dipastikan para pelaku usaha akan mengalami kerugian besar.

"Kerugian material adalah pembatalan booking akhir tahun yang sudah mulai masuk domestik. Demikian, halnya beberapa event dengan prokes pasti batal. Jika, dihitung-hitung bahwa pemberlakuan PPKM level 3 di akhir tahun ini, pelaku usaha dan masyarakat dipastikan rugi miliaran rupiah," ujar dia menambahkan.

"Belum lagi, kerugian maintenance yang tidak diikuti dengan keterisian tamu, habislah kita. Oleh karena itu, kami APPMB tegas menolak pemberlakuan PPKM Level 3 di akhir tahun ini yang tanpa dasar dan data yang akurat. Sekaligus, meminta wacana itu dihentikan."

 

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.