REQNews.com

Ungkap Dugaan Bisnis PCR Luhut-Erick Thohir, Novel Baswedan Cs Siap Lakukan Ini

News

Selasa, 30 November 2021 - 19:32

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Novel Baswedan  (Foto: tangkapan layar dalam konferensi pers virtual, Sabtu 24 Juli 2021)Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menyebut siap terlibat dalam audit kasus dugaan bisnis tes PCR oleh PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) yang salah satu sahamnya dimiliki oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Novel saat ini bergabung dalam Kaukus Masyarakat Sipil yang digagas Waketum Gerindra Ferry Juliantono dan sejumlah aktivis lainnya. Menurutnya, jika PT GSI diaudit, maka pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut bisa diusut lebih lanjut.

"Kesempatan untuk bisa mengaudit ini kesempatan yang baik. Saya dengan kemampuan saya, punya pendidikan auditor juga, saya juga mantan penyidik, saya juga punya pendidikan hukum tentunya saya punya kemampuan untuk analisis dan lain-lain," kata Novel dalam konferensi pers Kaukus Masyarakat Sipil di Jakarta, Senin 29 November 2021.

Menurut Novel, audit dilakukan sebagai pintu utama membuka persoalan tersebut. "Semua orang yang berlaku jahat dengan mengambil keuntungan dari PCR ini, harus dimintakan pertanggungjawaban," katanya.

Novel dan rekan lainnya mengaku sudah mengantongi beberapa data sekunder terkait keterlibatan kedua menteri tersebut. Salah satunya mengenai pembuatan laboratorium yang ternyata sederhana dan semestinya bisa didirikan lebih banyak serta merata.

"Ini masalah serius. Tentunya ketika hal sepenting ini dikuasai oleh pihak-pihak tertentu dan kemudian diambil keuntungan untuk pribadi atau kelompok-kelompok tentu ini masalah serius bukan dilihat sebagai hal sepele," kata dia.

Sementara perwakilan Kaukus Masyarakat Sipil yaitu Ferry Juliantono menyebut Luhut dan Erick Thohir tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun selama proses audit dilakukan.

"Proses audit ini perlu dilakukan supaya masyarakat juga bisa mendapatkan kepastian dan kita juga menyampaikan kepada Pak Luhut untuk segera dalam waktu yang singkat, silakan Pak Luhut sampaikan ke kami, kapan kami bisa segera melakukan audit terhadap perusahaan Pak Luhut tersebut?" kata Ferry.

 

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.