REQNews.com

Kombes Zulpan Ungkap Misteri Penembakan Pria O oleh Ipda OS, Sempat Dibuntuti 3 Mobil

News

Selasa, 30 November 2021 - 18:30

Ilustrasi tembakanIlustrasi Penembakan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kasus penembakan terhadap pria O oleh Ipda OS di exit tol membuat gempar publik. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan mengatakan sebelum penembakan, terjadi peristiwa penguntitan terhadap pria O.

Pria O dibuntuti oleh tiga unit mobil, namun 2 lainnya melarikan diri.


"Kan itu sebenarnya ada tiga mobil kejadiannya, ada dua lagi lari,"kata Kombes Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 30 November 2021. 

Zulpan belum menjelaskan siapa sosok yang ada di dalam dua mobil tersebut. Apakah itu termasuk bagian dari korban atau bukan, belum ada penjelasan.


"Masih didalami," ucapnya. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan bahwa korban penembakan ini mengaku sebagai wartawan.
"Kalau korbannya ini apa... ada yang wartawan begitu ya, mengakunya ya," kata Kombes E Zulpan.

]
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan status profesi korban penembakan Ipda OS apakah benar wartawan atau tidak.

"Tapi nanti pendalamannya nanti oleh penyidiklah, ya," ujar Kombes Zulpan.


Saat ini Ipda OS masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Polisi belum menetapkannya sebagai tersangka di kasus ini.

 
Sebelumnya Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan penembakan yang dilakukan Ipda OS ini dilatarbelakangi adanya permintaan bantuan dari O. O merasa dirinya dibuntuti sejak di hotel di Sentul, kemudian menghubungi Ipda OS.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi saat ini, peristiwa itu dilatarbelakangi adanya laporan warga masyarakat yang merasa dirinya terancam. Kenapa terancam, karena orang tersebut, si pelapor diikuti dari mulai satu hotel di Sentul, kemudian diikuti oleh beberapa unit mobil," kata Tubagus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 30 November 2021.

Ipda OS kemudian mengarahkan O untuk keluar dari tol melalui exit Tol Bintaro. Niatnya, OS hendak mengamankan.


"Karena terancam orang tersebut lapor ke kepolisian, karena yang bersangkutan anggota Polri yang berdinas di sana, diarahkan menuju ke sana (depan kantor Induk PJR) supaya aman maksudnya," katanya.

Setelah itu terjadi keributan di lokasi. Saat itulah Ipda OS kemudian mengeluarkan tembakan.

"(Berdasarkan keterangan saksi) mendengar satu tembakan, mengakui polisi dan berdasarkan keterangan saksi itu mau ditabrak dan terjadilah tembakan dua kali yang mengenai dua korban," ucapnya. 

Saat ini Ipda OS masih diperiksa di Polda Metro Jaya dengan asistensi Propam Polda Metro Jaya dan Propam Polri. OS belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. 

 

Redaktur : Tia Heriskha

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.