REQNews.com

Ini Imbauan BNPB Setelah Gunung Semeru Meletus, Waspada Ancaman Lahar

News

Sabtu, 04 Desember 2021 - 22:16

Gunung Semeru meletus, Sabtu 4 Desember 2021Gunung Semeru meletus, Sabtu 4 Desember 2021

JAKARTA, REQnews - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk menjauh dari radius satu hingga lima kilometer dari bukaan kawah Gunung Semeru yang meletus pada Sabtu 4 Desember 2021.

“Saat ini Gunung Semeru berada status Level II atau Waspada,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan di BNPB, Abdul Muhari dalam siaran pers.

Status Level II atau Waspada atas aktivitas gunung api, artinya aktivitas Gunung Semeru berada di atas normal. Adanya peningkatan aktivitas seismik, dan vulkanis, serta perubahan magma, dan tektonik, juga hidrotermal. 

Pada Level II, atau Waspada, artinya juga mengharuskan otoritas setempat melakukan pengecekan segala sarana-prasarana, dari penilaian bahaya, serta dimulainya jadwal rutin pengawasan atas aktivitas gunung berapi itu.

Muhari berkata, BNPB bersama PVMBG sudah mengumumkan empat rekomendasi kepada masyarakat dan otoritas setempat pasca meletusnya Semeru.

Pertama, masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan. Masyarakat juga diminta mewaspadai awan panas guguran, lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Lalu kedua, masyarakat agar menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.

Ketiga, perlu diwaspadai  potensi luncuran di sepanjang lembah  jalur awan panas Besuk Kobokan. Keempat, mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.

“BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat dalam penanganan darurat erupsi,” ujar Abdul

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.