REQNews.com

PM Modi Berduka, Jenderalnya Tewas Kemarin Bersama 12 Orang Lainnya

News

Kamis, 09 Desember 2021 - 11:32

Perdana Menteri (PM) Narendra Modi (Foto:indianexpress)

NEW DELHI, REQNews - Perdana Menteri (PM) Narendra Modi berduka, Kepala staf pertahanan India, Jenderal Bipin Rawat, bersama 12 orang lainnya dikonfirmasi tewas dalam kecelakaan helikopter di Tamil Nadu.

Seperti dilansir AFP, Kamis 9 Desember 2021, Jenderal Rawat merupakan Kepala Staf Pertahanan pertama di India -- jabatan itu dibentuk pemerintah tahun 2019, dan sosoknya dipandang dekat dengan PM Modi.

Jenderal berusia 63 tahun ini tengah bepergian bersama istrinya dan 12 orang lainnya dengan menggunakan helikopter Mi-17 buatan Rusia saat kecelakaan terjadi di dekat Coonoor, Tamil Nadu, pada Rabu 8 Desember 2021 waktu setempat.

PM Modi memuji sosok Jenderal Rawat sebagai tentara yang luar biasa dan 'prajurit sejati' yang membantu memodernisasi Angkatan Bersenjata India.

"Kepergiannya membuat saya sangat sedih," tulis PM Modi dalam pernyataan via Twitter.

"India tidak akan pernah melupakan pengabdiannya yang luar biasa," imbuhnya.

Tayangan video dari lokasi kejadian menunjukkan kerumunan orang berupaya memadamkan api yang membakar puing helikopter dengan ember berisi air. Sekelompok tentara tampak mengevakuasi salah satu penumpang dengan tandu rakitan.

Jenderal Rawat terbang dengan helikopter ke Akademi Staf Layanan Pertahanan (DSSC) untuk berbicara di hadapan para mahasiswa dan fakultas setempat. Dia berangkat dari pangkalan udara Sulur di Coimbatore.

Helikopter yang ditumpangi Jenderal Rawat dilaporkan sudah mulai menurunkan ketinggian saat tiba-tiba jatuh di lokasi berjarak 10 kilometer dari ruas jalanan terdekat.
Seorang saksi mata mengaku melihat para penumpang terjatuh dari helikopter sebelum helikopter menghantam daratan, dan bahwa satu orang tampak merangkak keluar dari puing helikopter.

Hanya satu orang yang selamat dalam kecelakaan ini, yakni seorang kapten yang bekerja pada DSSC. Kapten yang tidak disebut identitasnya itu dilaporkan tengah dirawat untuk luka-luka yang dideritanya di rumah sakit militer setempat.

Belum diketahui penyebab jatuhnya helikopter tersebut. Angkatan Udara India menyatakan penyelidikan tengah dilakukan.

Ucapan duka juga datang dari berbagai negara, salah satunya dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Lloyd Austin, yang menyebut Jenderal Rawat sebagai 'mitra berharga dan sahabat Amerika Serikat' yang meninggalkan 'jejak tak terhapuskan dalam kemitraan pertahanan AS-India'.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Antonio Guterres, juga menyampaikan 'belasungkawa tulus kepada keluarga almarhum dan kepada rakyat dan pemerintah India'. Guterres mengenang sosok Jenderal Rawat sebagai komandan brigade misi penjaga perdamaian PBB di Kongo tahun 2008-2009.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.