REQNews.com

Kim Jong Un Larang Warga Tertawa Sampai 11 Hari

News

Jumat, 17 Desember 2021 - 16:31

Kim Jong Un (Foto:Istimewa)

KOREA UTARA, REQNews - Pemerintah Korea Utara (Korut) di bawah pimpinan Kim Jong Un melarang warga tertawa sampai 11 hari untuk memperingati 10 tahun kematian Kim Jong Il, mantan pemimpin Korut sekaligus ayah Kim Jong Un, pada 17 Desember.

Warga disebut harus menunjukkan suasana khidmat dan tidak boleh terlibat dalam kegiatan rekreasi.

"Dulu banyak orang yang kedapatan minum atau mabuk selama masa berkabung ditangkap dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi," kata seorang penduduk kota perbatasan Sinuiju di timur laut seberang Sungai Yalu dari Dandong Cina kepada Radio Free Asia (RFA) dan dikutip Jumat 17 Desember 2021.

"Selama masa berkabung, kami tidak boleh minum alkohol, tertawa, atau melakukan aktivitas bersenang-senang," ujar warga itu.

Ia juga bercerita, pemerintah Korut biasanya mengawasi pergerakan warga selama masa berkabung ini dengan ketat.

Ia juga bercerita, "Bahkan jika anggota keluarga kalian meninggal di masa berkabung, kalian tidak boleh menangis terlalu keras dan jasadnya hanya bisa dibawa setelah masa berkabung berakhir. Warga tidak bisa merayakan ulang tahun jika jatuh di masa berkabung."

Guna membangun suasana berkabung, kepolisian sudah melakukan persiapan sejak awal Bulan Desember. Kepolisian diperintahkan untuk langsung menindak warga yang bergelagat bakal melanggar aturan.

"Dari hari pertama Desember, mereka sudah harus menindak warga yang merusak suasana duka. Itu tugas khusus mereka selama sebulan. Saya dengar, aparat penegak hukum tak bisa tidur sama sekali," tuturnya.

Untuk menjaga suasana duka, warga juga dilarang berbelanja kebutuhan sehari-hari. Pemerintah pun memerintahkan perusahaan-perusahaan milik negara untuk mengurus orang-orang kelaparan selama masa berkabung itu.

"Keamanan harus tetap terjamin, sehingga perusahaan bertanggung jawab mengumpulkan makanan dan memberikannya ke rakyat dan karyawan yang tidak bisa bekerja karena kekurangan makanan," katanya.

Para warga Korut mengeluhkan aturan ini. Menurut para warga, aturan ini sangat merusak waktu mereka untuk mengumpulkan uang, mencari makan di tengah krisis.

"Saya hanya berharap masa berkabung untuk Kim Jong-il hanya sepekan, seperti masa berduka untuk Kim Il-sung. Warga mengeluh karena dipaksa berduka atas kematian mereka hingga seperti orang mati," ucap salah satu warga lainnya.

Di tahun-tahun sebelumnya, masa berkabung untuk mengenang pemimpin-pemimpin Korut memang biasanya hanya berlangsung selama sepekan. Namun, masa berkabung kali ini diperpanjang karena dianggap spesial, yaitu satu dekade.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.