REQNews.com

Premium dan Pertalite Akan Dihapus Diganti Pertamax, Rakyat Kecil Menjerit

News

Minggu, 26 Desember 2021 - 16:00

Penghapusan premium dan pertalite dilakukan dalam rangka mendorong konsumsi BBM yang ramah lingkungan (Foto: Istimewa)Penghapusan premium dan pertalite dilakukan dalam rangka mendorong konsumsi BBM yang ramah lingkungan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Rencana pemerintah menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan pertalite diganti pertamax mulai 2022 menuai pro dan kontra. Selain harganya yang lebih mahal, tak semua motor cocok menggunakan BBM ber-oktan tinggi.

Masyarakat menengah ke bawah juga keberatan dengan aturan baru tersebut. Namun sebagian mengaku rela bila Premium dan Pertalite dihapus.

Hanya saja masyarakat berharap, subsidi BBM harus dialihkan ke Pertamax agar terjangkau masyarakat kecil.

 

Melansir dari situs PT Pertamina (Persero) untuk Pertamax dibanderol seharga Rp 9.000 per liter dan Pertamax Turbo yang memiliki RON 98 dijual dengan harga Rp 12.000 per liter. Sedangkan premium dijual dengan harga Rp 6.450 per liter di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, pertalite dijual dengan harga Rp 7.650 per liter.

Harga BBM RON 92 atau Pertamax yang dijual Pertamina tersebut relatif lebih murah ketimbang harga BBM yang dijual di SPBU swasta seperti Shell, misalnya. Sebagai gambaran, Shell Indonesia, menjual Shell Super yang memiliki RON 92 dengan harga Rp 12.860 per liter, dan Shell V Power (RON 95) Rp 13.500 per liter.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), nantinya bensin dengan RON 90, yakni pertalite, bakal menjadi pengganti premium selama masa transisi. 

Meski demikian, pertalite juga akan dihapus setelah masa transisi selesai. Seusai BBM pertalite dan premium dihapus, hanya akan ada bensin dengan kadar oktan (Research Octane Number/RON) di atas 91 yang dinilai lebih ramah lingkungan seperti pertamax.

 

Redaktur : Tia Heriskha

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.