REQNews.com

Buaya Monster di Palu Berkalung Ban yang Viral Kini Bebas dari Penderitaannya Berkat Pria Seragen

News

Selasa, 08 Februari 2022 - 09:34

Buaya Berkalung Ban (Foto:Istimewa)Buaya Berkalung Ban (Foto:Istimewa)

PALU, REQNews - Buaya berkalung ban yang viral hingga internasional di Palu kini telah lepas dari penderitaannya, karena ban yang membelenggunya telah dilepas oleh seorang pria bernama Tili (35) berasal dari Seragen, Jawa Tengan .

Buaya Monster Berkalung Ban ini sangat dikenal hingga mengundang kedatangan pecinta Hewan Internasional hinggal Lokal untuk menolongnya.

Seperti diketahui, sejak 2016, banyak orang yang mencoba menangkap buaya berkalung ban tersebut.

Tili warga asal Sragen, Jawa Tengah berhasil lepaskan ban di buaya monster (foto:TRIBUNPALU.COM/SALAM)

 

 

Mulai dari Panji Petualang, dua pakar pemerhati buaya dari Australia, Matt Wright dan Christ Willson, hingga terakhir Foresst Galante dan Tim Discovery Channel. Namun, tak ada satu pun yang mampu menangkap buaya tersebut.

Tili yang telah beberapa minggu bersabar memancing kedatangan sang buaya akhirnya berhasil menjeratnya pada Senin 7 Februari 2022 malam.

Buaya senjang 4 meter berkalung ban yang viral itu ditangkap di sekitar Jembatan Palu II, Jl I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Butuh bantuan beberapa orang, untuk melepas ban tersebut.

Warga sekitar bahkan menyebut Tili lebih hebat daripada Panji Petualang karena berhasil melepas ban yang melilit buaya sepanjang 4 meter.

Hingga akhirnya warga bernama Hili asal Sragen datang dan mampu menaklukkan buaya tersebut.

Tili ternyata sudah tiga pekan berniat menangkap buaya berkalung ban itu.

Setiap sore, dia memasang umpan yang terikat tali ke sungai sekitar.

Ujung tali lainnya diikat pada batang kayu besar yang ada di sekitar sungai untuk memudahkannya menarik buaya saat umpan itu berhasil.

"Kadang umpannya merpati, kadang ayam," kata Tili sambil memegang ban yang dilepas dari buaya.

Petang tadi, Tili memasang umpannya dan berhasil menangkap buaya.

Dia tak sendiri, warga setempat yang menonton aksi Tili turut membantu.

"Saya memang mau menangkapnya karena kasihan. Buaya itu terlilit ban selama bertahun-tahun," ucap Tili.

Saat buaya berhasil ditarik ke darat, Mas Tili pun dengan sigap mengikat buaya itu.

"Sempat lepas dua kali dari umpan, nanti setelah magrib bari berhasil," ucap Tili.

Tili pun baru sekitar 4 bulan berada di Kota Palu.

Saat ini Tili sudah memilik E-KTP dengan alamat Kota Palu.

Pria berusia 35 tahun itu mengatakan, untuk melakukan penangkapan buaya berkalung ban hanya mengandalkan uang pribadinya.

Mulai dari untuk membeli umpan seperti ayam, burung merpati dan bebek untuk memancing buaya tersebut.

Pria asal Sragen ini menjelaskan, alasannya untuk melepaskan ban dari leher buaya disebabkan tidak tega melihat binatang terikat-ikat.

"ini buaya saya anggap seperti teman," tandasnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.