Kades Ungkap Warga Wadas Pendukung Proyek Pemerintah Diteror
WADAS, REQNews – Sebuah video yang memperlihatkan Kepala Desa atau Kades Wadas Fachri Setyanto membenarkan adanya teror kepada warga yang mendukung pembangunan proyek strategis nasional dari pemerintah di daerah itu.
Kini video Kades Wadas membenarkan adanya teror terhadap warga setempat yang mendukung proyek pemerintah itu viral di media sosial usai diunggah pengguna Twitter Bambangmulyono2, seperti dilihat pada Jumat 11 Februari 2022.
“Saya kok lebih percaya dgn ini… Kepala Desa Wadas, Fahri Setyanto angkat bicara menyusul kabar adanya teror yang diterima warga terkait penambangan….. AlissaWahid nu_online,” cuit netizen Bambangmulyono2.
Video itu merupakan hasil wawancara Fachri Setyanto dengan jurnalis iNews.
Dilihat dari video itu, tampak awalnya Fachri Setyanto memperkenalkan dirinya sebagai Kades Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.
“Saya Fachri Setyanto, Kepala Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo,” ujar Fachri.
Kemudian, jurnalis iNews menanyakan kepada Fachri Setyanto terkait kabar adanya warga Desa Wadas diteror oleh pihak yang tak mendukung proyek strategis nasional pemerintah di daerah itu.
“Apa betul warga mengalami tekanan dari pihak kontra?,” tanya sang jurnalis.
Fachri pun membenarkan kabar itu. Bahkan, ia menceritakan pengalaman seorang warganya bernama Susanto yang diteror lantaran mendukung proyek pemerintah tersebut.
“Betul pak, salah satunya bapak Susanto. Dia pintu kunci gemboknya, itu dikasih lem. Pak Susanto mau pulang, gak bisa masuk. Untuk saat ini dia ikut anaknya di desa lain,” cerita Fachri.
Selain itu, lanjut Fachri, warganya bernama Susanto itu juga pernah mengalami teror di mana sepeda motornya diisi garam dan pasir.
“Salah satu contohnya lagi bapak Santo, itu motornya dikasih garam dan pasir,” ungkapnya.
Teror tersebut menurut Fachri sudah terjadi sejak setahun yang lalu, tidak hanya dilakukan oleh warga Wadas tapi juga warga dari luar.
Lebih lanjut, Kades Wadas tersebut juga mengaku bahwa dirinya juga pernah mendapat teror dari warga yang tidak mendukung proyek pemerintah itu.
“Saya sendiri juga mendapat teror depan rumah saya dikasih bunga-bunga pak,” ujarnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.