REQNews.com

Presiden Jokowi Ungkap Dua Strategi Hadapi Lonjakan Omicron, Ini Katanya

News

Kamis, 17 Februari 2022 - 14:34

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden)

JAKARTA, REQnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan dua hal kunci dalam menghadapi lonjakan Covid-19 varian Omicron yang sedang melanda Indonesia saat ini.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan vaksinasi pada pagi hari ini. Ini penting sekali karena memang kasus sekarang ini sedang naik sehingga diperlukan percepatan vaksinasi terutama untuk lansia dan anak," kata Jokowi saat meninjau vaksinasi secara virtual yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 17 Februari 2022.

"Karena kunci dalam pengendalian Covid-19 saat ini, utamanya varian Omicron ada dua, yang pertama kecepatan vaksinasi baik itu vaksinasi suntikan yang kedua maupun untuk suntikan penguat atau booster," lanjutnya.

Jokowi mengatakan, selain vaksinasi poin penting lainnya adalah tetap menjaga protokol kesehatan. "Yang kedua, kembali saya sampaikan kepada masyarakat mengenai pentingnya prokes, utamanya pemakaian masker, ini penting untuk diulang-ulang agar seluruh masyarakat taat pada protokol kesehatan," kata dia.

Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi melaporkan terkait dengan perkembangan vaksinasi dan kondisi Covid-19 di wilayahnya. "Yang pertama, jumlah penduduk Kabupaten Majalengka 1.320.854 orang. Dari jumlah itu, sasaran dan target vaksinasi di Kabupaten Majalengka 1.470.000. Di dalamnya terdapat 126 ribu usia lanjut," kata Karna.

"Kemudian usia 6-11 tahun itu ada 117 ribu. Dari jumlah itu, sudah kami laksanakan vaksinasi pertama untuk usia di atas 18 tahun, yang di dalamnya ada lansia, dosis satu sejumlah 880.419 orang atau 84,4 persen," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa Pemkab melibatkan ulama dan ormas dalam menggenjot vaksinasi. "Dosis dua yang sedang saya genjot bersama Forkopimda bersama tokoh masyarakat, alim ulama, ormas, karena kita sudah menjadikan gerakan vaksinasi di Majalengka ini sebagai gerakan massa yang luar biasa. Artinya semua komponen ikut terlibat," kata dia.

Karna mengatakan bahwa vaksinasi dosis kedua di Majalengka baru mencapai 61,26 persen. Sementara vaksinasi booster baru diarahkan ke pelayanan publik dengan jumlah 16.100 orang.

"Upaya kami dalam mempercepat vaksinasi, karena kami menyadari untuk vaksin dua ini, karena masih ada anggapan masyarakat ketika divaksin satu ini sudah cukup begitu," katanya.

"Nah, ini makanya kami terus sosialisasi, bersama kapolres, dandim, kejari, para camat, kades, RT/RW, termasuk kami bentuk satgas keagamaan karena banyak masyarakat yang bisa didekati oleh alim ulama, di tiap desa itu ada 3 orang MUI yang kami gunakan untuk membantu vaksinasi ini," ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.